MUI: Tidak Ada Masjid yang Aman di Kota Serang

Serang,- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang meminta masyarakat untuk mengikuti himbauan pemerintah terkait pelaksanaan ibadah di rumah selama pandemi corona berlangsung. Hal tersebut, menyikapi setelah ditemukan kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang positif covid-19 di Kota Serang.
Sekretaris MUI Kota Serang, Amas Tadjudin mengatakan, setelah ditemukan kasus OTG di Kota Serang maka sudah tidak ada lagi zona aman untuk menggelar salat tarawih berjamaah di masjid.
“Penyebutan zona aman yang menjadi kewenangan pemerintah, bukan lagi berdasarkan fakta dengan gejala terpapar. Melainkan tanpa gejala pun sudah ada yang dipastikan terpapar (OTG). Maka seluruh wilayah Kota Serang (bisa) dinyatakan zona tidak aman,” ujarnya, Kamis (30/04/20).
Menurutnya, kekhawatiran adanya OTG yang membuat MUI, Kemenag serta Pemkot Serang sepakat mengeluarkan himbauan agar masyarakat dapat menggelar salat tarawih di Rumah.
“Itulah makna dari imbauan Walikota terkait dengan tarawih di rumah saja. Ini juga sesuai dengan rekomendasi MUI Kota Serang nomor 26 poin 2 dan 3,” ucapnya.
Bahkan menurutnya, untuk mencegah terjadinya penyebaran covid-19 di Masjid yang menggelar tarawih pihak kepolisian dapat langsung mengeksekusi berdasarkan maklumat Kapolri.
“Masyarakat tidak sadar untuk kesehatan dan kesalamatan bersama. Menjaga keselamatan (itu) fardu ain. Salawat, tarawih dan berjamaah (itu) sunah,” tegasnya.
Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kota Serang, W. Hari Pamungkas mengatakan, saat ini pihaknya memang mulai mewaspadai dengan adanya OTG di Kota Serang.
“Saran saya kepada Dinkes memang agar membuat zonasi. Karena ini berkaitan dengan adanya pelaksanaan ibadah tarawih. Karena dalam imbauan memang tarawih boleh dilaksanakan berjamaan hanya di zona aman saja,” ucapnya.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa dengan adanya kasus OTG di Kota Serang, maka memang sebaiknya masyarakat sudah mulai melaksanakan ibadah tarawih di rumah masing-masing sesuai dengan imbauan.
” Khawatir mereka adalah OTG dan membawa virus. Ini juga memang harus segera diperiksa, baik dengan Rapid Test atau langsunf test swab untuk memastikan,” tandasnya. (Arr)









