Pedagang Buah di Kota Serang Keliling Sambil Bawa Bendera Putih dan Keranjang Kosong

SERANG,- Jaka Sendani (36), Seorang pedagang buah keliling asal Sempu, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang berkeliling sambil membawa bendera putih di atas motornya dengan keranjang buah kosong. Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap pemerintah terkait perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Agustus 2021 mendatang.
Jaka mengaku sengaja melakukan aksi tersebut sebagai bentuk protesnya kepada pemerintah yang kembali memperpanjang masa PPKM Level 4. Ia berharap agar aksinya tersebut mendapat perhatian dari pemerintah untuk memikirkan nasib para pedagang kecil. “Ini bentuk protes saya ke pemerintah, karena saya sangat terdampak dengan aturan ini (PPKM),” katanya, Senin (26/7/2021).
Ia mengaku telah berkeliling Kota Serang sejak pukul 10.00 WIB. Dimulai dari Jalan Lingkar Selatan, ke arah Pasar Royal, melalui Jalan Jenderal Ahmda Yani atau jalan Protokol, kemudian berputar di tugu debus Kota Serang Baru, dan beristirahat di Kantor Bersama Kota Serang, Ciceri.
“Iya, ini aspirasi saya. Saya memohon ke pemerintah supaya PPKM ini kebijakannya ditinjau ulang. Karena saya sangat terdampak, enggak bisa jualan, untuk bertahan hidup, lanjut Jaka, dirinya terpaka untuk menggunakan uang modal ia berjualan selama ini unutk memenuhi kebutuhan ya pakai uang modal saya,” jelasnya.
Jaka mengaku, saat ini tak bisa berjualan karena sejak Juni hingga Juli 2021 kekurangan modal dan kesulitan mendapatkan pasokan buah-buahan yang dijualnya. “Kalau normal, per hari bisa jual 30 kilogram salak dan 30 kilo jeruk. Sekarang susah dapat barangnya. Kalau pun ada harganya mahal, ditambah modal juga sudah habis,” ucapnya.
Sebelum adanya pemberlakuan PPKM Darurat, Jaka masih bisa bertahan dengan jualannya, meski hanya memiliki untung tipis. Namun, ketika adanya penerapan PPKM Darurat, barang dagangannya mulai sedikit, termasuk modalnya yang semakin menipis. “Kalau sebelumnya jualan setiap hari, sekarang, seminggu paling dua hari. Intinya saya nyerah kebijakan pemerintah (PPKM),” tuturnya. (arr)









