Rencana TPS Keliling pada Pilkades Kabupaten Serang Dinilai Tak Efektif

Serang,- Pemkab Serang merencanakan pemungutan suara dengan cara door to door atau menggunakan TPS keliling pada pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Serang menilai hal tersebut tidak efektif.
Ketua Apdesi Kabupaten Serang Santibi mengatakan, wacana pemilihan dengan TPS keliling yang dimunculkan panitia pilkades tingkat kabupaten tidak efektif karena selain memakan waktu juga memerlukan petugas yang lebih banyak lagi. “Walaupun saat mencoblos disaksikan oleh saksi calon masing-masing tetap rawan, jadi menurut saya kurang efektif untuk TPS keliling,” ujar Santibi, Senin (26/7/2021).
Ia menjelaskan, untuk menghindari kerumuman pihaknya menyarankan agar pemungutan dan penghitunyan suara pada pilkades digelar seperti pilkada dengan cara TPSnya yang diperbanyak. “Saya kira seperti pilkada ada yang penting prokes (protokol kesehatan)-nya dijalankan,” katanya.
Calon petahan Kepala Desa Kareo, Kecamatan Jawilan itu mengungkapkan, mayoritas calon kepala desa dan kepala desa menginginkan pilkades tetap dilanjutkan pada 1 Agustus. “Ini para calon sudah pada nanyaian kepastiannya. Rata-rata sih pengennya pilkades tetap digelar 1 Agustus, cuman kita masih menunggu keputusan dari panitia tingkat kabupaten,” tuturnya. (Red)









