amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Pegiat kebudayaan di Kota Serang yang berasal dari Padepokan Debus Surosowan menyebut jika belum pernah mendapatkan dana pembinaan dari pemerintah. Untuk menjalankan kegiatan, pihaknya harus mengandalkan dana swadaya dari setiap pengurus.
Tokoh Padepokan Debus Surosowan Muhammad Suminta Indris mengatakan, sejak terjadinya permekaran daerah dari Kabupaten Serang menjadi Kota Serang, pihaknya belum pernah mendapatkan dana pembinaan untuk organisasinya dari pemerintah.
“Sejauh ini belum ada bantuan khusus kebudayan yang diberikan kepada kami, terakhir itu dari Kabupaten Serang,” katanya ksaat ditemui di Padepokan Debus Surosowan, Kecamatan Walantaka, Senin (22/2/2021).
Ia mengatakan, untuk menjalankan kegiatan-kegiatan kebudayaan, pihaknya harus menggunakan dana swadaya dari tiap pengurus dan juga anggota. “Selama ini setiap perguruan selalu menggunakan dana masing-masing di perguruannya untuk menjalankan kegiatannya,” katanya.
Menurut idris, Padepokan Debus Surosowan merupakan telah berdiri sejak abad ke 17 atau pada masa Kesultanan Sultan Ageng Tirtayasa. Untuk itu, ia berharap agar mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Serang ataupun Pemerintah Provinsi Banten. “Mudah-mudahan dengan melihat kondisi seperti ini, pemerintah bisa membantu,” pungkasnya.
Sementara itu, Walikota Serang, Syafrudin mengaku Pemkot Serang sudah memiliki program pembinaan yang akan diberikan kepada pelaku seni dan budaya di Kota Serang. “Pembinaan dari Pemkot selama ini banyak pembinaan untuk bidang kebudayaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap, adanya Padepokan Debus Surosowan dan organisasi seni dan budaya lainnya dapat tumbuh dan berkembang di Kota Serang. Sehingga Kota Serang dapat terkenal melalui seni dan budaya di daerah luar. “Ini bagian dari ikon Pemkot Serang. Mudah-mudahan dengan debus ini, mengangkat Kota Serang,” harapnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…