Pegiat Pertanian Asal Pandeglang Wawan Gunawan Gagas Sentra Agrowisata Berbasis Kesenian Pertanian Peternakan dan Perikanan

PANDEGLANG – Semangat untuk membangkitkan sektor pertanian datang dari pegiat muda, Wawan Gunawan (36), yang tengah menginisiasi pengembangan sentra agrowisata berbasis kesenian, pertanian, peternakan dan perikanan. Konsep ini dibangun di kawasan Sanggar Harum Sari Juhut, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kebun H. Ilen.
Ditemui di lokasi, Wawan menjelaskan bahwa konsep agrowisata yang ia kembangkan tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga pada edukasi serta pelibatan petani muda agar sektor pertanian dapat berkembang lebih modern dan berkelanjutan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bertani bukan hanya soal menanam dan panen, tetapi juga bisa menjadi ruang kreativitas dan destinasi wisata yang menarik. Anak muda harus terlibat agar pertanian tetap hidup dan menjadi sumber ekonomi masa depan,” ujar Wawan, Selasa (28/10/2025).
Untuk memaksimalkan potensi lahan yang ada, Wawan menerapkan sistem tumpang sari. Pada lahan pertaniannya, tanaman utama berupa durian premium seperti durian bawor, musang king, dan durian hitam menjadi komoditas unggulan. Sementara tanaman pokok seperti cabai dipadukan dengan tanaman tumpang sari pakcoy, jagung, dan tomat guna meningkatkan produktivitas lahan.
Tak hanya berhenti di sektor hortikultura, Wawan juga mengembangkan peternakan dan perikanan sebagai penunjang keberlanjutan usaha. Salah satunya melalui budi daya ikan lele di area jagung. Sistem terpadu ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang efisien dan minim limbah.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa hadirnya sentra agrowisata ini akan membuka peluang kolaborasi antara petani, seniman lokal, hingga pelaku UMKM untuk berkembang bersama. “Kita ingin Juhut menjadi kawasan pertanian yang tidak hanya produktif tetapi juga menjadi tujuan wisata yang berbudaya,” tambahnya.
Wawan berharap dukungan berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar konsep ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan petani setempat.
“Petani muda harus berani mencoba hal baru. Kita mulai dari lahan yang kita miliki, kita rawat, dan kita jadikan lebih bernilai,” tutupnya penuh optimisme.







