Pemkab Serang dan Kagama Banten Kembangkan Tiga Sektor

SERANG – Pemkab Serang mengajak Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Provinsi Banten untuk bersinergi mengembangkan tiga sektor. Yakni, mengatasi persolan sampah, pengembangan pariwisata, dan menghadirkan rumah inspiratif di Kabupaten Serang.
Hal itu di sampaikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di sela-sela Gala Dinner Sinergi UGM dan Kagama Bersama Pemda di Ledian Hotel Kota Serang, Selasa (26/7/2022) malam.
Tatu mengatakan, Kagama menyampaikan saat ini tengah fokus dalam pengelolaan sampah. Karena, sampah di Kabupaten Serang sudah menjadi persoalan mendasar.
“Kita butuh solusi yang memang bisa cepat seperti pengolahan sampah dalam bentuk mesin, nah dari Kagama ini memang sudah ada yang berjalan di beberapa titik di Kabupaten serang. Nah ini akan dibuat masif,” katanya.
Ia mengatakan, pengolahan sampah dilakukan mulai dari tingkat RW. Masyarakat dapat memilah sampah yang harus dibuang dan yang dapat diolah. “Mereka pilih mana (sampah) yang organik untuk bisa dibuat berbagai macam-macam produk oleh Kagama, nah ini di Kabupaten Serang dibuat masif. Jadi beberapa ahli dari Kagama nanti bersama-sama dengan masyarakat mengolah sampah,” terangnya.
Disamping itu, Tatu juga mengajak Kagama Banten agar menghadirkan rumah inspiratif di Kabupaten Serang, seperti yang sudah digagas Kagama di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). “Karena rumah inspiratif ini tidak hanya alumni Kagama, namun alumni dari beberapa perguruan tinggi di sana nanti duduk bareng-bareng dengan masyarakat untuk mengembangkan bidang ekonomi dan membicarakan persoalan-persoalan yang lainnya,”ungkapnya.
Ia juga mengajak Kagama Banten untuk bersinergi turut mempromosikan serta mengembangkan pariwisata yang ada di Kabupaten Serang. “Potensi pariwisata juga bisa dikembangkan oleh Kagama. Jadi Pemda Kabupaten Serang meminta Kagama untuk bersinergi persoalan tersebut baik itu soal sampah dan rumah inspiratif dan pariwisata,”papar Tatu.
Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Kagama Provinsi Banten Widi Hastawa mendukung atas permintaan Pemkab Serang. Selain pengembangan wisata, lingkungan, rumah inspiratif yang paling penting persolan sampah. “Karena sampah bisa dijadikan sampah digital. Terutama kesadaran masyarakat tentang sampah itu sangat penting menurut saya, selain pendidikan,”ujarnya.
Dikatakan Widi, ia juga menawarkan agar segala perencanaan pembangunan di Kabupaten Serang bisa di komunikasikan dengan Kagama Banten. “Misalnya perencanaannya, road map juga bisa dikomunikasikan dengan Kagama. Nanti kami sampaikan pemikiran-pemikiran, semua ada di kagama,” katanya. (red)









