Pemkot Serang Kaji Tawaran Investor China

SERANG,- Pemkot Serang saat ini masih mengkaji terkait rencana Lembaga Ekonomi Umat (LEU) yang akan mengajak kerjasama Pemkot Serang untuk mengolah sampah di TPAS Cilowong.
Diberitakan sebelumnya, LEU mengajukan kerjasama pengelolaan sampah di TPAS Cilowong. Lembaga ini mengaku bisa memproduksi 1.000 ton sampah perhari dengan menggandeng investor dari China.
Asda I Kota Serang, Anton Gunawan mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pengkajian terkait pengajuan kerjasama yang disampaikan oleh LEU. Untuk itu ia belum bisa memberikan jawaban terkait menerima atau menolak tawaran tersebut
“Bagaimana dinas teknik meresponsnya. Karena kita masih menunggu kajian komprehensif, belum sampai teknis apa yang dimohon dari mereka lalu Pemkot dapat apa. Baru metode apa yang mereka gunakan” katanya saat ditemui di Puspemkot Serang, Selasa (23/2/2021)
Anton mengatakan, dalam pelaksanaan kerjasama perlu adanya kajian mendalam dari dinas yang terkait. Hal tersebut guna menganalisis nilai manfaat dan mudarat dari kerjasama yang akan diambil.
“Kalau mereka (Dinas Teknis) sudah melakukan kajian dan menjajaki ini menguntungkan, dari satu sisi pad dan menyelesaikan masalah sampah, kenapa enggak,” katanya.
Menurut Anton, rencana kerjasama harus segera ditindaklanjuti. Hal tersebut agar mampu mengurai permasalahan sampah yang ada di Kota Serang. “Secepatnya, karena kita juga sedang mencari cara. tau sendiri dalam waktu 2-3 tahun ke depan TPS Cilowong kalau tidak ada penanganan bisa penuh. Dengan adanya ini, sampah yang ada bisa hilang,” imbuhnya.
Lebih lanjut, terkait lahan yang diminta oleh pihak LEU untuk pengelolaan sampah, Anton merekomendasikan di TPAS Cilowong dan tidak membuka lahan baru lagi. “Sementara tadi lahan dan perizinan. Kalau lahan saya minta ke mereka tidak perlu lahan baru artinya di Cilowong,” pungkasnya. (Arr)









