Pemkot Serang Perbolehkan Salat Idul Adha Berjama’ah, Asalkan…

SERANG – Pemkot Serang memperbolehkan masyarakat untuk melaksanakan berbagai aktifitas keagamaan pada hari raya Idul Adha. Namun, harus tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.
Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan pelarangan terhadap masyarakat untuk melaksanakan ibadah di idul Adha seperti melaksanakan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan. “Ya untuk sholat Idul Adha kami perbolehkan, dan anjuran dari pusat juga memang begitu. Akan tetapi tetap menggunakan protokol kesehatan,” kata Walikota Serang Syafrudin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (29/07/20).
Kendati telah mengizinkan shalat idul Adha, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk melaksanakannya di lingkungan masing-masing dan tidak menggelarnya di tempat ramai. “Kalau di Alun-alun belum (Diizinkan-red), kami juga (Pemkot) melaksanakan shalat di Masjid Almadani (di Puspemkot). Begitu juga dengan penyembelihan tidak dilarang, tapi yang penting protokol kesehatannya,” ujarnya.
Sementara itu, Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Serang, W Hari Pamungkas mengatakan, hampir seluruh daerah yang ada di Provinsi Banten termasuk Kota Serang sudah memasuki zona kuning. Oleh karena itu, aktivitas keagamaan termasuk shalat ied dan penyembelihan hewan kurban telah dapat di laksanakan. “Ya sudah diperbolehkan, tapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan juga,” katanya.
Hari mengatakan, pelaksanaan shalat ied yang biasa dilakukan di Masjid Ats-Tsauroh juga diperbolehkan, namun pelaksanaanya disesuaikan dengan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penanganan Covid-19 di Tempat Keramaian dan Fasilitas Umum Dalam Masa Transisi Pemberlakuan Tatanan Normal Baru di Wilayah Kota Serang.
“Kalau masjid diatur khusus melalui peraturan Kementerian Agama (Kemenag RI), artinya kita merujuk saja, tinggal ikuti aturan yang dikeluarkan. Contohnya, dengan maksimal 30 persen dari total kapasitas maksimum, menyiapkan tempat cuci tangan, gunakan masker dan lainnya,” terangnya.
Lebih lanjut, Hari meminta agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan saat melakukan penyembelihan terhadap hewan kurban. Pihaknya juga meminta panitia kurban agar menghindari kerumunan massa. “Ya seperti ada beberapa yang membagikan dagingnya secara pintu ke pintu, ada juga yang bagi kupon atau diatur gilirannya. Jadi bagaimana kreativitas panitia kurbannya,” paparnya. (Arr)






