Pendaftaran Siswa Baru SD di Kota Serang, Sekolah Siap Terapkan Prokes

SERANG,- Jelang pelaksanaan penerimaan peserta didik baru tahun 2021 untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Serang yang akan diselenggarakan secara luar jaringan atau offline, pihak sekolah memastikan sudah siap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).
Hari ini, Pemkot Serang meninjau kesiapan Prokes yang ada di SDN 2 Kota Baru, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, yang akan menyelenggarakan PPDB pada tanggal 21 Juni.
Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin menilai jika SDN 2 Taktakan telah siap untuk melaksanakan pelaksanaan PPDB 2021 secara offline.
“Kalaupun emang pelaksanaan tatap muka dilaksanakan besok, mereka telah mempersiapkan, dari sisi protokol kesehatannya sudah dipersiapkan. Sebelum diminta pun mereka sudah mempersiapkan, prokesnya sudah ada,” katanya Kamis (17/6/2021)
Menurutnya, perlengkapan protokol kesehatan yang disediakan oleh pihak sekolah sudah cukup. Hal itu tentu bisa mencegah penyebaran COVID-19 pada sat pelaksanaan PPDB offline. “Prokes sangat penting, mengingat saat ini Kota Serang masih masuk dalam zona orange,” jelasnya.
Menurutnya, selain kesehatan yang harus dijaga lanjut Subadri, pemerintah juga harus mendukung upaya untuk mencerdaskan anak bangsa, agar generasi muda di Kota Serang bisa mensejahterakan kehidupannya masing-masing.
“Selain kesehatan, anak juga harus belajar, agar mensejahterakan anak bangsanya dapat, kesehatan juga dapet maka jalan satu-satunya adalah pihak sekolah harus berjibaku untuk menjaga protokol kesehatan itu, agar keduanya bisa terealisasikan,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SDN 2 Kota Baru, Mad Yani mengaku, pihaknya telah menyediakan beberapa item untuk menyambut pelaksanaan PPDB offline.
“Kita sudah mempersiapkan Prokes sejak awal-awal PPDB ini juga, alat pencuri tangan sudah tersedia, hand sanitizer juga tersedia bahkan masker cadangan juga ada,” jelasnya.
Sementara itu, lanjut Yani, untuk meminimalisir kerumunan yang biasanya terjadi akibat pelaksanaan PPDB offline, pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi.
“Nanti untuk pendaftaran itu setiap siswa diwakili hanya oleh satu orang pendaftar, kita juga kerjasama dengan sekolah PAUD, mereka pendaftarannya di kolektif oleh gurunya, itu mempersempit peluang untuk kerumunan,” tandasnya. (Arr)






