amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Serang sebanyak 121 ribu orang. Mereka sebagai anak jalanan, terlantar, pengemis, hingga penyandang disabilitas.
Kepala Dinsos Kota Serang, Poppy Nopriadi mengatakan, PMKS di Kota Serang mencapai sekitar 121 ribu orang. PMKS tersebut membutuhkan uluran tangan dari Pemkot Serang. “Di Kota Serang ini jumlahnya cukup banyak 121 ribu orang,” katanya, Jumat (13/8/2021).
Untuk memecahkan permasalahan itu, pihaknya mengajukan sebesar Rp2 miliar untuk penanganan PMKS di Kota Serang, jumlah tersebut juga disesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemkot Serang.
“Kita juga melihat sisi ketersediaan dan kemampuan Pemkot, tidak serta merta, sebenarnya kalau ingin mah lebih banyak,” Jelasnya.
Pengajuan anggaran 2022 tersebut lebih besar dibandingkan tahun ini, bahkan di tahun 2021 beberapa program direfocusing untuk penanganan Pandemi Covid-19. “Kalau tahun ini mah memang kecil,” terangnya.
Tak hanya itu, pengajuan Rp2 miliar tersebut juga belum tentu bisa terealisasi, sebab kegiatan rapat beberapa pekan lalu hanya sebatas usulan. “Ini baru usulan, belum tentu nanti di APBD 2022 di penuhi, dikurang atau gak ada lagi kayak kemarin,” tuturnya.
Poppy menuturkan, penanganan PMKS sangat dibutuhkan, sebab bila terus dibiarkan, maka jumlahnya akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. “Kalau tidak ditangani sedikit-sedikit nanti kecenderungannya bukan makin sedikit tapi malah bertambah,” jelasnya.
Terkait skema penyaluran, lanjut Poppy, bisa dilakukan melalui berbagai macam, contohnya yang paling lazim itu dilakukan penjangkauan, dibina di berikan opsi kesempatan keterampilan atau life skill.
“Jadi diharapkan tidak dijalan itu dia punya opsi, misalkan bengkel atau yang lainnya, jadi ada pilihan profesi agar tidak balik lagi,” tandasnya.(arr)
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…
Kota Bekasi — DPRD Kota Bekasi memastikan akan memperketat pengawasan terhadap kebijakan penyertaan modal pemerintah…