Realisasi Kerja Bappeda Berjalan Optimal

Realisasi program kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang tahun ini berjalan optimal. Hingga awal Oktober 2021, sudah di atas 80 persen.
Bappeda Kabupaten Serang telah menyelesaikan tugasnya dalam menyusun rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2022 dan rencana pembangunan jangan menengah daerah (RPJMD) tahun 2021-2026. Penyusunan RKPD dan RPJMD diselesaikan tepat waktu sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.

Di bawah kepemimpinan Rachmat Maulana dan Sekretarisnya Freddy Lamhot Sinurat sampai dengan triwulan ketiga ini Bappeda telah merealisaikan capaian-capaian kerjanya dengan baik.
“Sampai triwulan ketiga ini capaian kita kalau secara kinerja sudah diatas 80 persen. Memang secara keuangan karena proses pertanggungjawaban wajar kalau misalnya masih di bawah 80 persen, karena untuk proses keuangan ini ada yang harus kita beresakan,” ujar Freddy saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/10/2021).
Untuk yang menjadi tugas kerja utamanya yaitu, menyusun RKPD 2022 sudah selesai dilakukan dan RPJMD tahun 2021-2026 sudah daripurnakan oleh DPRD Kabupaten Serang dan untuk peraturan daerah (Perdanya) sudah dalam proses asistensi di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
“Untuk RPJMD tinggal persetujuan di provinsi. Minggu lalu kita sudah rapat asistensi, kita tinggal nunggu rekomendasi dari provinsi apa-apa saja kekurangannya, nanti kalau sudah keluar kita perbaiki lagi RPJMDnya, mungkin butuh waktu satu dua hari selesai perbaikannya. Kalau sudah final langsung penomoran perda RPJMDnya,” katanya.
Setelah RPJMD mendapat persetujuan dari Pemprov Banten dan telah dilakukan perbaikan-perbaikan, maka masing-masing OPD diberi waktu dua sampai tiga minggu untuk menyusun rencana strategis (renstra). “Peran Bappeda selanjutnya bagaimana supaya seluruh OPD menyusun renstrannya mengacu kepada RPJMD,” tuturnya.
Ia memastikan, tidak ada ampun lagi bagi OPD dalam menyusun renstranya harus searah dengan RPJMD tahun 2021-2026 yang telah ditetapkan. “Semua renstra OPD kita asistensi, kita koreksi, subtansinya sudah sesuai RPJMD belum. Bukan hanya masalah program kegitannya saja tapi berikut dengan kerangka pendanaan juga sduah kita kunci direnstarnya,” paparnya.
Selain itu, Bappeda juga terus menjalankan tugasnya melakukan monitoring dan evaluasi (monev) organisasi perangkat daerah (OPD-OPD) sampai triwulan ketiga ini. Tujuan dari monev tersebut untuk melihat progres pekerjaan masing-masing OPD. “Karena Bappeda selain membuat perencanaan juga memonitoring semua renja (rencana kerja) OPD.” ungkapnya.
Kemudian, Bappeda juga memiliki program terkait Flood Management in Selected River Basin (FSMRB) yang merupakan project penanggulangan banjir berbasis managemen dari Kementeri Dalam Negeri (Kemendagri) dan sudah berjalan dengan baik serta capaian-capaian yang ditargetkan oleh Kemendagri sudah dipenuhi.
“Kita juga ada program dari hibah terkait dengan irigasi partispiatif, itu juga sudah berjalan dengan baik karena kita punya kewajiban untuk menyusun kurang lebih 170 dokumen PSETK (profil sosial ekonomi teknis kelembagaan). Mudah-mudahan Oktober ini sudah selesai dan ini juga amanat dari Kemendagri,” ujarnya.
Sedangkan terkait dengan penelitian dan pengembangan (Litbang) saat ini prosesnya masih berjalan dan ditargetkan Oktober sampai November bisa diselesiaikan karena memakai jasa konsultan yang ada tenggat waktunya.
“Kemudian untuk vaksinasi Covid-19 kita melakukan memonitoring karena Bappeda ditunjuk jadi koordinator. Sejauh ini masih berjalan on the track, mudah-mudahan sampai Desember susuai dengan target yang telah ditetapkan 70 persen secara nasional dan Kabupaten Serang juga bisa mencapai target 70 persen,” katanya. (adv)









