Ribuan Anak di Kota Serang Terkena Stunting

Serang,- Meski dari tahun ke tahun angkanya cenderung menurun, jumlah anak yang menderita stunting atau gagal pertumbuhan pada anak di Kota Serang masih cukup tinggi. Tercatat, sebanjang tahun 2019, sebanyak 2.000 anak masih menderita stunting. Hal tersebut karena kondisi perekonomian masyarakat yang lemah shingga menyebabkan daya beli masyarakat yang cenderung menurun.
Kepala Dinas Kesehatan, M. Ikbal mengatakan, dari 60 ribu balita ada di Kota Serang, 2000 diantaranya mengalami stunting. Hal tersebut, berdasarkan data hasil pemantauan yang dilakukan oleh Dinkes Kota Serang pada tahun 2019.
“Sekitar 5,8% dari jumlah balita yang ada di kota serang, atau sekitar 2000 anak,” katanya saat diwawancarai oleh awak media, Kamis (27/02/20).
Ikbal mengungkapkan, kasus stunting tersebut terjadi hampir diseluruh kecamatan yang ada di Kota Serang. “Jadi hampir semua kecamatan ada, tapi paling banyak ada di Kecamatan Kasemen,” imbuhnya.
Ikbal mengatakan, dalam penanganan stunting dan gizi buruk dibutuhkan peran dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Pasalnya,Dinas Kesehatan hanya memiliki berperan 30 persen. “70 persen ada di OPD lain. Makanya dibutuhkan program-program dari OPD lain, seperti penanganan kemiskinan, pengangguran dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Ikbal berharap, seluruh OPD dapat bersinergi untuk menekan jumlah kasus stunting yang ada di kota Serang agar jumlahnya dapat terus berkurang. “Mudah-mudahan angka stunting tidak meningkat seiring meningkatnya kemiskinan di Kota Serang karena menurunnya daya beli masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Walikota Serang, Syafrudin meminta agar serius dalam menangani permasalahan stunting. ” Semoga dengan program yang dibuat bisa mengurangi jumlah kasus stunting yang ada turun sampai 1%,” imbuhnya.
Lebih lanjut Syafrudin meminta agar Dinkes merancang program yang tepat untuk menurunkan jumlah kasus stunting di kota Serang. “Saya harap dalam menyusun rencana kerja disesuaikan dengan baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (Arr)






