amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
JAWA BARAT

Rivai Desak Pemkot Bekasi Bangun Perpustakaan RT/RW, Bukan Cuma Bangunan Megah!

BEKASI, Parlemen – Di tengah deru pembangunan fisik, literasi warga Kota Bekasi justru masih perlu didorong lebih serius. Sorotan tajam itu datang dari Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Rivai, yang menilai minat baca warga harus jadi prioritas pembangunan sosial.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi tak cukup hanya membangun gedung megah atau infrastruktur fisik. Yang tak kalah penting adalah pembangunan pikiran dan kebiasaan membaca masyarakat.

“Literasi itu fondasi peradaban. Kalau warganya tak suka membaca, jangan mimpi jadi kota cerdas,” tegas Rivai belum lama ini.

Dorong Perpustakaan Mini di Tiap RT/RW

Rivai mengusulkan langkah konkret: bentuk perpustakaan atau taman bacaan mini di setiap RT dan RW. Menurutnya, inilah solusi paling murah, efektif, dan berkelanjutan untuk mendorong minat baca dari lingkungan paling dasar.

“Setiap RT atau RW bisa sediakan ruang kecil. Buku-bukunya beragam, dari fiksi sampai nonfiksi. Disesuaikan dengan minat warganya,” ujar Rivai yang juga dikenal vokal dalam isu pendidikan dan budaya.

Ruang baca ini, lanjutnya, juga bisa jadi tempat interaksi sosial yang produktif. Bukan hanya membaca, tapi juga bisa diisi kegiatan literasi seperti diskusi buku, pelatihan menulis, hingga kelas seni yang terhubung dengan dunia literasi.

Literasi Digital? Wajib Juga!

Tak hanya buku fisik, akses literasi digital juga perlu diperluas. Rivai menyarankan agar perpustakaan kecil ini memanfaatkan teknologi seperti e-book, akses internet, atau konten edukatif daring.

“Jangan ketinggalan zaman. Kita bisa siapkan satu-dua tablet, koneksi WiFi, lalu buka akses ke buku-buku digital. Anak-anak zaman sekarang akrabnya ya di situ,” tuturnya.

Kolaborasi Jadi Kunci

Agar program ini berjalan, Rivai juga mengusulkan agar Pemkot berkolaborasi dengan sekolah, komunitas literasi, dan organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi ini akan memperkaya koleksi, menambah kegiatan, dan memperluas dampak.

“Kalau pemerintah serius, bisa dorong CSR perusahaan di Bekasi, gandeng komunitas, dan jadikan ini gerakan massal. Jangan sampai literasi cuma jadi jargon saat Musrenbang!” tegasnya.

Harapan Bukan Basa-basi

Rivai menutup pernyataannya dengan pesan keras: jangan biarkan anak-anak Bekasi tumbuh tanpa akses bacaan yang layak. Pemerintah harus hadir lebih dekat dengan kebutuhan rakyat—bukan sekadar proyek mercusuar.

“Pembangunan mental dan karakter dimulai dari buku. Kalau anak-anak di kampung bisa pegang buku, duduk di ruang baca RT-nya, maka kita sedang menanam masa depan. Bukan cuma mengaspal jalan.”

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

2 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

2 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

2 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

2 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

2 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

2 bulan ago