Selama PMK Mewabah, Omzet Penjualan Hewan Qurban Menurun

SERANG,- Sejumlah pedagang hewan kurban di Kota Serang mengeluhkan turunnya omzet di tahun ini. Penurunan bahkan mencapai 50 persen lebih dari tahun sebelumnya.
Salah satu pedagang, Rahman Taufiq mengatakan, mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku membuat penjualan hewan qurban turun drastis.
“Turunnya hingga lebih dari 50 persen. Padahal pada saat sebelum ada PMK, perharinya bisa menjual hingga 80 ekor hewan qurban. Namun hati gini baru dapat menjual 15 ekor saja,” jelasnya.
Selain turunnya penjualan, di tahun ini ia kesulitan mencari hewan qurban untuk dijual kembali lantaran banyak pasar hewan yang tutup.
“Sulit sekali sekarang nyari hewan qurban, sulit nyari yang aman kan, kalau pun ada harganya mahal. Bisa saja kita beli yang murah cuman kan engga enak ke pembeli,” jelasnya.
Akibatnya, terdapat lonjakan harga yang sangat tinggi untuk sapi di tahun ini. Kebaikan bahkan hingga mencapai 5 juta rupiah.
“Untuk sapi, kenaikan berkisar 2 hingga 5 juta rupiah, sementara untuk kambing kenaikannya mencapai 5 ratus ribu rupiah,” pungkasnya. (Arr)








