Serang Mulai Berbenah, Camat dan Lurah Diminta Turun ke Selokan

KOTA SERANG – Langit Kota Serang yang belakangan mulai sering mendung menjadi alarm bagi pemerintah setempat. Mengantisipasi datangnya cuaca ekstrem dan risiko banjir tahunan, Pemerintah Kota Serang kini mulai mengencangkan sabuk pengaman.
Melalui instruksi terbaru, para Camat hingga Lurah diminta untuk tidak hanya duduk di balik meja, melainkan menggerakkan aksi nyata di tengah masyarakat.
Langkah ini diambil menyusul peringatan mengenai potensi curah hujan tinggi yang bisa mengakibatkan genangan air di titik-titik rawan.
Bukan Sekadar Bersih-Bersih Biasa Instruksi ini menekankan pada normalisasi saluran air atau drainase yang selama ini mungkin tersumbat sampah atau sedimentasi tanah. Penjabat (Pj) Walikota Serang menegaskan bahwa peran Camat dan Lurah sangat vital sebagai motor penggerak di lingkungan masing-masing.
”Kita tidak bisa hanya menunggu banjir datang lalu baru sibuk. Pencegahan adalah kunci. Saya minta seluruh aparatur wilayah menggerakkan warga untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong, membersihkan selokan, dan memastikan aliran air lancar,” ungkap pesan yang ditekankan dalam koordinasi wilayah tersebut.
Cuaca ekstrem di wilayah Banten seringkali datang tiba-tiba dengan intensitas hujan yang sangat lebat disertai angin kencang. Jika drainase di pemukiman warga tersumbat, air tidak akan memiliki jalan keluar dan dengan cepat akan merendam rumah-rumah penduduk.
Selain soal banjir, kerja bakti ini juga bertujuan untuk
Mencegah Penyakit Musim hujan identik dengan genangan air yang menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
Pemangkasan dahan pohon yang rimbun dan rapi agar tidak tumbang saat diterjang angin kencang.
Menghidupkan Kembali Gotong Royong
Di era modern ini, budaya kerja bakti terkadang mulai luntur di wilayah perkotaan. Namun, instruksi ini menjadi pengingat bahwa keamanan sebuah kota dimulai dari kepedulian di tingkat RT dan RW.
Masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan kota, tetapi juga memiliki kesadaran mandiri untuk menjaga lingkungan di depan rumah masing-masing.
“Banjir itu urusan bersama. Kalau salurannya bersih, yang untung juga warga sendiri,” ujar salah satu warga di wilayah Serang yang menyambut baik ajakan tersebut.
Dengan bergerak serentak mulai dari tingkat kelurahan, diharapkan Kota Serang jauh lebih siap menghadapi “amukan” cuaca ekstrem dan warga bisa beristirahat dengan tenang meski hujan deras mengguyur di malam hari.






