amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Sering Dijadikan Parkir Liar, Petruni Sisir Guiding Block

Serang,- Belasan penyandang tunanetra yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Serang, melakukan penyisiran guiding block di sepanjang jalan Jendral Ahmad Yani, hingga Alun-alun Barat Kota Serang. Aksi tersebut dilakukan guna memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI).

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, para penyandang tunanetra yang didampingi oleh mahasiswa Pendidikan Khusus (PKh) Untirta serta dikawal personel Polsek Cipocok Jaya itu kerap menghadapi hambatan-hambatan dalam penyusuran guiding block.

 

Hambatan tersebut seperti banyaknya masyarakat yang memarkirkan kendaraan mereka di atas guiding block. Lalu, terdapat pula masyarakat yang mendirikan bangunan semi permanen untuk berjualan.

 

“Kepada masyarakat, kami memohon agar tidak menggunakan guiding block sebagai tempat parkir atau berjualan. Karena ini merupakan hak kami untuk merasa aman untuk tinggal di Kota Serang,” ujar Koordinator lapangan, Wendi saat mengimbau masyarakat, Selasa (15/12/20).

 

Usai tiba di Alun-alun Barat Kota Serang, massa aksi tersebut pun menyampaikan beberapa orasi mereka. Sekitar 30 menit massa aksi menyampaikan orasinya.

 

Ketua Pertuni Kota Serang, Jumri menuturkan, aksi yang pihaknya lakukan merupakan upaya untuk menyosialisasikan guiding block yang ada di Kota Serang, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan oleh siapa pun.

 

“Tentu tujuannya agar Kota Serang benar-benar ramah disabilitas. Lalu supaya teman-teman tunanetra merasakan kondisi guiding block yang ada di Kota Serang, apakah nyaman untuk digunakan atau tidak,” katanya.

 

Berdasarkan penyisiran dalam aksi itu, Jumri menuturkan bahwa perlu dilakukan berbagai perbaikan oleh pemerintah, seperti penertiban terhadap parkir maupun bangunan yang didirikan di atas guiding block.

 

“Kami masih menemukan adanya parkir, lalu ada pohon juga di atas guiding block, lalu ada yang berjualan. Ada juga guiding block yang terlalu berdekatan dengan jurang atau got yang cukup dalam. Dan itu membahayakan bagi kami,” jelasnya.

 

Selain itu, ia juga menuturkan bahwa seharusnya trotoar yang dibangun juga menyediakan bidang miring untuk penyandang tunadaksa yang menggunakan kursi roda.

 

“Namun kami tetap menyampaikan terimakasih kepada pemerintah yang telah menyediakan fasilitas aksesibel kepada kami. Lalu kami sampaikan terimakasih kepada pihak kepolisian yang mengawal jalannya aksi kami dan Satpol PP Kota Serang,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kapolsek Cipocok Jaya, Kompol Agus Suprianto menuturkan, sepanjang perjalanan memang ditemukan adanya banyak hambatan di atas guiding block. Ia pun mengaku akan menyampaikan kepada pihak yang bersangkutan, agar hambatan itu dapat diselesaikan.

 

“Ada beberapa titik, itu ada yang dijadikan parkir kendaraan atau dipakai untuk berdagang. Nanti akan kami sampaikan kepada pihak yang bersangkutan,” tandasnya. (Arr)

admin

Recent Posts

Siap Hadirkan Kemewahan Bintang 5 di Pesisir Pantai, Mövenpick Resort Carita Resmi Dibuka

SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…

1 minggu ago

378 Jemaah Haji Kota Serang Resmi Dilepas, Tiga Orang Tunda Keberangkatan

SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…

1 minggu ago

Distan Banten Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Swadaya demi Pertanian Berkelanjutan

PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…

2 minggu ago

Nahkodai PBSI Pandeglang Periode 2026–2030, Muhamad Syahrul Siap Gali Potensi Atlet Daerah

PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…

2 minggu ago

Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus DPP-DPD KESTI TTKKDH di Kota Serang, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas

KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…

4 minggu ago

Perawatan Rutin Pamsimas KKM Sehati, Warga Cikentrung Semakin Terjamin Akses Air Bersih

  PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…

1 bulan ago