SPMB Kota Bekasi Disorot! Tanti Herawati: “Jangan Sampai Anak Gagal Sekolah Gara-Gara Error Sistem!”

Kota Bekasi – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Kota Bekasi kembali menuai sorotan tajam. Masalah teknis seperti gagal login, unggahan dokumen error, hingga antrean virtual macet total bikin ribuan orang tua panik dan kebingungan.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Tanti Herawati, geram melihat situasi ini. Menurutnya, kekacauan tersebut adalah bukti kelemahan infrastruktur digital yang gagal belajar dari tahun-tahun sebelumnya.
“Ini tanggung jawab kita di Komisi IV, apalagi menyangkut hak dasar anak untuk mendapat pendidikan. Jangan sampai anak-anak gagal sekolah hanya karena sistem error!” tegas Tanti dalam keterangannya, Sabtu (31/6/2025).
Minta Server Di-Upgrade, Usul Posko Offline Dibuka di 12 Kecamatan
Tak mau hanya mengkritik, Tanti juga mengajukan solusi konkret. Ia mendesak Dinas Pendidikan dan vendor IT yang menangani sistem SPMB segera melakukan scale-up server, menyediakan tautan cadangan, dan memperbarui antarmuka pendaftaran agar lebih ramah pengguna.
Selain itu, ia mengusulkan dibukanya posko layanan offline di 12 kecamatan, khususnya untuk membantu pendaftar dari kalangan disabilitas dan keluarga penerima bantuan sosial (DTKS).
“Posko harus lengkap! Ada komputer, scanner, petugas terlatih, dan hotline konsultasi. Jangan biarkan masyarakat bingung sendirian di rumah,” kata Tanti.
Tahap Pertama Diperpanjang, Tahap Kedua Diminta Diundur
Tanti juga meminta agar jadwal pendaftaran diperlonggar. Tahap pertama diminta diperpanjang hingga 27 Juni 2025, sedangkan tahap kedua diundur menjadi 29 Juni–5 Juli 2025.
Lebih dari itu, ia meminta sistem pemilihan sekolah tahap kedua dibuat lebih fleksibel dan tidak merugikan orang tua yang gagal di tahap awal.
“SPMB bukan hanya urusan teknis. Ini tentang keadilan akses pendidikan. Jangan korbankan hak anak hanya karena sistem yang tidak siap,” tandasnya.
Layanan Offline Diminta Tetap Buka Sampai Tengah Malam
Kabar baiknya, sejumlah kendala teknis dilaporkan telah diperbaiki. Namun Tanti tetap meminta layanan offline tetap dibuka hingga tengah malam untuk melayani warga yang masih kesulitan mendaftar.
“Jangan tutup posko jam lima sore kalau masalah belum selesai. Kita harus hadir penuh untuk warga,” pungkas politisi yang dikenal vokal memperjuangkan hak pendidikan ini.









