WH Dinilai Gagal Pimpin Banten

SERANG,- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Serang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang.
Dalam aksinya, mahasiswa menilai pemerintahan WH-Andika yang telah berjalan selama 49 bulan telah gagal dalam merealisasikan janji politiknya dan gagal menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih dari korupsi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan mahasiswa itu datang sembari membawa spanduk tuntutan dan langsung menutup gerbang masuk menuju KP3B. Tidak hanya itu, terlihat dua orang mahasiswa yang memakai topeng Wahidin Halim dan Andika Hazrumy.
Kedua mahasiswa itu kemudian maju ke depan sembari membawa bendera, setelah itu, salah satu dari mereka yang menggunakan topeng Andika memanjat pagar gerbang yang sedang dijaga oleh aparat kepolisian. Sempat terjadi ketegangan saat polisi meminta mahasiswa yang sedang di atas gerbang untuk turun. Pada akhir aksi mahasiswa membakar ban dan juga poster Wahidin Halim yang mereka kenakan.
Ketua Kumala Perwakilan Serang, Misnahudin menilai, pemerintahan provinsi Banten yang dipimpin oleh WH-Andika gagal. Hal itu dapat dilihat dengan tidak adanya janji politik yang mampu direalisasikan oleh keduanya.
“Pertama soal reformasi birokrasi di Banten, ini tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Kalau berbicara Reformasi birokrasi, ini tidak akan sampai terjadi polemik tiga kasus korupsi di Banten,” katanya saat ditemui usai aksi, Kamis (17/6/2021).
Ia menilai, jika pemerintahan WH-Andika telah gagal dalam melaksanakan Reformasi birokrasi, karena telah gagal membina bawahannya. “Artinya dalam kurun waktu 49 bulan ini, gubernur Banten telah gagal membina bawahannya,” imbuhnya.
Selain menyoroti soal kasus korupsi yang terjadi, pihaknya juga menyoroti soal janji politik gubernur dan wakil gubernur Banten, yakni akan memberikan akses kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Banten.
“Pada saat 2017 bilang bahwa berobat cukup dengan KTP, gratis. Tapi nyatanya gimana, selama kurun waktu masa jabatan mereka seharusnya itu sudah terlaksana. Tapi nyatanya belum,” jelasnya.
Lebih lanjut pihaknya juga menyoroti soal tinggi nya angka pengangguran di provinsi Banten. Mereka dengan tegas menilai jika kepemimpinan keduanya telah gagal dalam mengelola pemerintahan Banten.
“Bagi kami WH-Andika telah gagal, karena mereka hanya memiliki waktu stau tahun lagi. Bagaimana cara merealisasikan RPJMD yang telah direncanakan,” tandasnya. (Arr)









