Melihat Awan Berbentuk Bunga Kol, Masyarakat Harus Waspada

SERANG,- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat waspada apabila melihat awan berbentuk bunga kol. Karena, awan tersebut berpotensi menyebabkan angin puting beliung hingga sambaran petir.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas 1 Serang, Tarjono mengatakan, fenomena awan seperti itu biasa disebut dengan Awan Cumulonimbus (Cb). “Awan cumulonimbus terbentuk dari siclonik, artinya dari tekanan udara dia membentuk suatu awan, salah satunya awan cumulonimbus,” katanya, Rabu (31/3/2101)
Tarjono mengatakan, pembentukan awan Cb tidak dapat diprediksi dan bisa terjadi kapan saja. Biasanya, apabila ada awan Cb, disertai dengan hujan yang disertai dengan sambaran petir bahkan angin puting beliung.
“Kadang di cuaca cerah pun bisa tumbuh, dia bisa tumbuh sendiri. Selama ada kejadian hujan di sertai petir, ada angin puting beliung, kemudian petir di siang bolong itu berarti ada awan cumulonimbus. Tetapi kalau ada awan cumulonimbus belum tentu terjadi demikian,” jelasnya.
Tarjono mengatakan, ada ciri-ciri fisik khusus yang dimiliki oleh awan Cb, ciri tersebut ialah memiliki bentuk seperti bunga kol. “Ketika kita sudah melihat awan cumulonimbus yang cirinya adalah seperti bunga kol, dari dia berwarna cerah sampai berwarna gelap. Kalau dia gelap berarti sudah matang, nah itu perlu diwaspadai,” imbuhnya.
Meskipun memiliki bentuk yang eksotis, lanjut Tarjono, masyarakat diminta untuk tidak mendekati awan tersebut apalagi berada di bagian bawahnya. Menurutnya hal tersebut sangat berbahaya bagi masyarakat.
“Sebaiknya masyarakat tidak beraktifitas dibawahnya. Karena bisa terjadi puting beliung, sambaran petir, bahkan di dunia penerbangan sangat diwaspadai, karena bisa membalikan pesawat yang sedang parkir,” pungkasnya. (Arr)









