Abah Saudi Sasmita, Pria Usia 73 Tahun yang Konsisten pada Musik Tradisional

SERANG,– Seorang pria berusia 73 terlihat sedang menikmati lantunan lagu dari petikan kecapinya di Sanggar sebuah sanggar seni Nirmala Purbasari, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (11/6). Ia adalah Saudi Sasmita, seorang yang memiliki tekad kuat untuk melestarikan kesenian tradisional di Tanah Jawara.
Jari jemarinya terlihat sangat terampil saat memetik senar kecapi, alat musik yang telah menemaninya sejak puluhan tahun yang lalu. Alunan musik yang dihasilkan dari petikan kecapi itu pun mampu membuai siapa saja yang mendengarkannya. Berbagai lagu-lagu Sunda seperti es lilin bahkan talak tilu, mampu dengan lancar dimaninkannya.
Abah, panggilan yang melekat pada beliau, kemudian menceritakan sedikit tentang perjalanan hidupnya saat mempelajari kesenian tradisional karawitan itu. Menurutnya ia telah belajar memetik kecapi sejak duduk di kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 1964 silam.
“Arena dulu di daerah saya, Cikesal ada kesenian ini, terus kita tertarik belajar, tapi tidak hanya ini, belajar juga gitar, karena emang hobi seni, makanya kesenian apa aja dipelajari,” Katanya, Minggu, (13/6/2021)
Sebelum meyakinkan diri untuk menggeluti kesenian tradisional karawitan, lanjut Abah dirinya sempat ikut memainkan musik keroncong, orkes melayu dan lain sebagainya. “Memilih memainkan alat musik Karawitan karena lebih santai,” jelasnya.
Selain sering tampil di acara-acara besar, dirinya juga menjadi seorang pendidik di sekolah sejak tahun 1969. Menurutnya untuk minat anak muda yang berada disekitar tempat tinggalnya masih cukup tinggi untuk kesenian tradisional. “Tinggal kontek aja kumpul, pemain sulingnya, gendangnnya, kecapinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada para pemuda untuk tidak melupakan kesenian-kesenian tradisional. Hal itu agar anak muda tidak kehilangan jati diri mereka ketika tetap memegang teguh kebudayaan.
“Pesan saya pengennya untuk anak-anak sekarang belajar kerawitan jangan musik moderen saja, tradisonal juga harus dipelajari. Sebenarnya keduanya itu bisa dikolaborasikan, lagu-lagu Sunda bisa masuk ke alat musik moderen kok,” Jelasnya. (Arr)









