amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Agama dinilai dapat menjadi irisan yang penting dalam menjaga ketahanan Kota Depok. Hal itu disampaikan Pakar Kebijakan Publik Riswanda, saat diskusi yang digelar Mahasiswa Magister Administrasi Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA). Sabtu (22/02/2020).
“Semua agama berbicara tentang kebaikan. Irisan-irisan yang sama antara agama yaitu jangan berbuat kejahatan, jangan korupsi, dan jangan melakukan hal-hal yang tidak baik,” papar Riswanda.
Salah satu Mahasiswa Magister Administrasi Publik UNTIRTA, Nurul Auliah menyampaikan tentang nilai-nilai agama yang harus diterapkan dalam keseharian dalam kehidupan. Untuk memperkuat ketahanan kota sebagai kota Religius.
“Hanya saja saya melihat DPRD Kota Depok menolak rancangan peraturan daerah Kota Depok tentang penyelenggaraan Kota Religius. Ini tentunya saya melihat harus ada dukungan dari pihak Kota Depok agar ada payung hukum yang kuat untuk mengaplikasikan ketahanan kota sebagai kota Religius,” tutur Nurul Auliah.
Dalam kesempatan yang sama, Ipah Ema selaku Ketua Prodi Magister Administrasi Publik (MAP) UNTIRTA menyampaikan bahwa Forum Group Discussion (FGD) kebangsaan yang melibatkan Pakar Kebijakan Publik dan Mahasiswa diperlukan sebagai bentuk kepedulian terhadap formulasi kebijakan Publik secara kritis, aktif dan kreatif. Tentunya nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa Dan Pancasila Sebagai Dasar Negara melandasi Tema Diskusi mendorong Ketahanan Kota Depok sebagai Kota yang religius.
“Harapan saya diskusi ini menghasilkan rekomendasi kebijakan bidang keagamaan yg berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan pribadi warga negara dalam semua dimensi kehidupan mereka, sehingga mendapatkan dukungan Masyarakat,” ungkapnya (MIR)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…