Angka Kemiskinan di Banten Meningkat

SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bulan Maret 2020. Berdasarkan data, angka kemiskinan di Provinsi Banten naik dari 4,94 persen menjadi 5,92 persen atau terjadi peningkatan 0,98 persen.
Kepala BPS Provinsi Banten, Adhi Wiriana mengungkakan, naiknya angka kemiskinan di Provinsi Banten lantaran adanya pandemi Covid-19. Sehingga membuat aktivitas perekonomian masyarakat terganggu.
“Kita tahu bahwa PSBB atau WFH baru dimulai pada pertengahan Maret 2020, jadi masih sedikit terdampak Covid-19. Di Banten pada bulan Maret 2020 terdapat peningkatan penduduk Miskin sebesar 134,6 ribu orang atau terjadi kenaikan persentase penduduk miskin dari 4,94% menjadi 5,92%,” ungkapnya, Kamis (16/7/20).
Adhi mengatakan, untuk persentase penduduk miskin di daerah perkotaan terjadi peningkatan sebesar 1,3 persen dari periode sebelumnya. Sementara untuk persentase penduduk miskin di daerah pedesaan juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi sekitar 0,87 persen.
“Untuk persentase penduduk miskin di perkotaan itu pada periode September 2019 sebesar 4,00 persen naik menjadi 5,03 persen pada Maret 2020. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2019 sebesar 7,31 persen naik menjadi 8,18 persen pada Maret 2020,” paparnya.
Kemudian, selama periode September 2019 hingga Maret 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 101,6 ribu orang (dari 371,28 ribu orang pada September 2019 menjadi 472,84 ribu orang pada Maret 2020), demikian pula di daerah perdesaan naik sebanyak 33,0 ribu orang (dari 270,13 ribu orang pada September 2019 menjadi 303,14 ribu orang pada Maret 2020).
Masih dari data yang terpublikasi, peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi non makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Pada Maret 2020, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan tercatat sebesar 71,78 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang sebesar 71,61 persen.
Diketahui, jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan Maret 2020 di perkotaan dan di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, serta roti. Sementara komoditi non makanan penyumbang terbesar garis jemiskinan di perkotaan dan perdesaan adalah sama yaitu biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi. (Arr)









