Apresiasi Penulis Lokal, DPK Provinsi Banten Gelar Bedah Buku

SERANG,- Memperingati Hari Buku Nasional, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten menggelar kegiatan bedah buku untuk para penulis lokal.
Kegiatan itu juga sebagai upaya DPK Provinsi Banten untuk mengapresiasi karya para penulis, khususnya penulis yang berasal dari Provinsi Banten.
Kegiatan Bedah buku pertama diselenggarakan di Ruang Audio Visual Lantai 2, Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, yang berjudul ‘Keanekaragaman Tumbuhan di Taman Kota Cilegon’ yang ditulis oleh Dr Muhlisin.
Kepala DPK Provinsi Banten Usman Asshiddiqi Qohara mengatakan, kegiatan bedah buku merupakan bentuk apresiasi pihaknya atas karya-karya para penulis yang ada di Banten.
“Intinya bedah buku bagian DPK untuk memberikan penghargaan bagi penulis,” katanya, Kamsi (19/5/2022).
Ia mengatakan jika kegiatan Bedah buku merupakan kegiatan rutin yang sering diselenggarakan meskipun bukan pada momentum hari buku nasional.
“Biasanya sebelum pandemi acaranya kami laksanakan besar-besaran dan dilaksanakan diluar. Namun, karena pandemi pelaksanaannya terbatas dan daring,” jelasnya.
Usman mengungkapkan, apresiasi diberikan, karena menulis buku tak mudah, membutuhkan kemampuan membaca yang matang. “Harus memiliki pengetahuan yang luas dan mampu merumuskan dalam kata-kata,” terangnya.
Menurutnya, buku merupakan aspek penting bagi kemajuan, kemandirian, pribadi daerah bangsa dan negara. “Dengan buku kita berdaya, dengan buku kita mendapatkan informasi, kita mendapat ilmu, kita mendapatkan semangat, karena bisa jadi kita mendapatkan motivasi,” katanya.
Penulis Buku Keanekaragaman Tumbuhan di Taman Kota Cilegon penulis Dr. Muhlisin mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh DPK Provinsi Banten. “Ini penting untuk membuka ruang bagi para penulis membedah karyanya,” terangnya.
Muhlisin menjelaskan, bukunya disususn atas dasar kegelisahan karena di Cilegon banyak industri, sehingga secara lingkungan perlu diperhatikan. “Sehingga RTH (ruang terbuka hijau) menjadi salah atau solusi untuk mengatasi polusi yang ditimbulkan oleh industri,” katanya.
“RTH yang salah satunya taman kota berisi tumbuh-tumbuhan yang berperan penting dalam menyaring udara,” bebernya.
Menurutnya, perlu mengenal tumbuh-tumbuhan agar semua pihak menyayangi dN memelihara tumbuh-tumbuhan. “Kita juga menyayangi taman kota dan bisa peduli dengan taman kota. Sehingga bisa dibangun taman-taman kota dan membuat kota nyaman,” katanya. (adv)








