amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Bukan hanya Sate Bandeng, Kota Serang ternyata memiliki makanan khas lainnya yang berbahan dasar ikan yang hidup di air payau. Panganan itu ialah Bandeng Picungan yang populer di masyarakat Kecamatan Curug, Kota Serang.
Panganan khas itu dijual di warung sederhana di Kampung Perapatan, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang, yang lokasinya tak jauh dari Puskesmas Curug.
Pantauan di lokasi, terlihat ikan-ikan bandeng yang masih segar berjejer, yang telah dibumbui oleh garam ikan dan juga picung yang menjadi salah satu bumbu khas ikan.
Penjual Ikan, Muhamad Tohiri terlihat telah sangat tetampil mengolah ikan yang bernama latin chanos chanos, pertama ia membersihkan ikan dengan membelah tubuh ikan dan mengeluarkan isi perutnya. Setelah itu ia membalurkan garam ikan, micin dan juga picung yang telah disiapkan ke tubuh ikan.
“Dalam membuat bandeng picungan tidak membutuhkan bahan- bahan yang banyak melainkan hanya ikan bandeng, buah picung atau krpayang, garam ikan dan penyedap rasa,” katanya, Senin (19/9/22).
Tohiri mengaku telah lama menjual bandeng picungan di kawasan tersebut. Keluarganya turun temurun menjual ikan dari sang ayah, bahkan telah mencapai 30 tahun.
“Selain berfungsi mengawetkan ikan, buah picung yang dibalurkan ke tubuh ikan berfungsi untuk mengenyalkan daging ikan dan membuat rasanya lebih enak dan gurih,” jelasnya.
Ia mengatakan, dalam satu hari mampu menjual hingga 50-100 kg di hari biasa. Bahkan apabila hari libur ataupun hari-hari besar penjualannya melonjak hingga 250 KG per harinya. “Kalau mau ada acara besar ya permintaannta banyak,” pungkasnya.
Sementara itu, Dede Farida yang merupakan pembeli mengaku sering membeli bandeng picungan yang merupakan kudapan khas warga Curug. Menurutnya rasanya yang enak daan gurih dan cara pengolahannya yang simpel membuat ia berlangganan membeli bandeng picungan.
“Untuk mengolah Bandeng Picungan biasanya dimasakbdengan cara di goreng atau bahkan dibuat baandeng kuah kuning,” pungkasnya (Arr)
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…