Banyak Warga Kota Serang Keluhkan Sampah Liar

SERANG,- Pemerintah Kota Serang mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat terkait lingkungan yang dipenuhi sampah liar. Walikota Serang Syafrudin meminta dinas terkait untuk segera menangani.
Syafrudin mengatakan, banyak masyarakat yang mengeluhkan sampah liar. Hal itu diakui karena dirinya sering menemukan titik sampah liar yang ada di Kota Serang, khususnya di wilayah perkampungan.
“Memang sampah liar itu sering sekali dikeluhkan dan diaspirasikan oleh masyarakat. Banyak laporan-laporan seperti itu, makanya ke depan kami akan melakukan evaluasi dan pembenahan,” katanya, Rabu (15/12/2021).
Ia pindah meminta kepada dinas terkait untuk segera segera dibenahi, sehingga tidak menganggu aktivitas warga. Kemudian hal itu juga dapat merusak keindahan jalanan di Kota Serang. “Sampah liar di lingkungan itu harus segera dibenahi,” ujarnya.
Meski demikian, dia mengaku bila setiap harinya Pemkot Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) secara rutin mengangkut dan melakukan pembersihan, baik sampah lingkungan mau pun sampah liar. “Sebenarnya dari hari ke hari sudah dilakukan pembersihan, terutama di kelurahan dan kecamatan, tapi memang sulit,” ucapnya.
Mengenai fasilitas, Syafrudin menuturkan, nantinya akan dilakukan evaluasi dan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar melakukan pembenahan dan menyediakan kontainer atau bak sampah yang titik yang terdapat sampah liar. “Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menyiapkan tempat sampah di tingkat lingkungan. Nanti akan kami pikirkan untuk bisa disiapkan baik kontener ataupun yang lainnya,” katanya..
Sementara itu, Sekretaris Dinas LH Kota Serang Roni Yurani mengakui bila persoalan sampah liar di Kota Serang belum tuntas, dan akan terus berlangsung apabila budaya buang sampah sembarangan masih ada. “Memang selalu ada soal sampah liar ini, tapi ini kan menyangkut kesadaran dari masyarakat. Ini tugas kita bersama,” ucapnya.
Sebelumnya, kata dia, Dinas Lingkungan Hidup telah menyediakan bak atau tempat sampah di tiap titik sudut kota, dan lingkungan. Namun, sebagian hilang dan dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Makanya kami berusaha untuk memasang spanduk larangan dan sebagainya. Intinya kami akan terus berusaha dan memang pengangkutan sampah itu sudah menjadi tugas kami,” ujarnya. (Arr)






