amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Lantaran terkendala oleh pandemi Covid-19, Batik Kota Serang yang semula direncanakan akan menjadi seragam wajib bagi ASN di Kota Serang batal diterapkan pada tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Kebudayaan pada Dindikbud Kota Serang, Evi Sofiyah Usman, Selasa, (07/07/20).
Evi mengatakan, sebelumnya Pemkot Serang hendak melakukan sosialisasi besar-besaran untuk motif batik Kota Serang pada saat pawai MTQ di Tangerang. Namun karena terkendala Covid-19, upaya tersebut pun batal.
“Tadinya kan memang kami ingin melakukan sosialisasi pada saat pawai MTQ di Tangerang itu. Pokoknya seluruh kontingen kita dipakaikan batik Kota Serang. Cuma karena kondisinya lagi pandemi, akhirnya tidak jadi,” ungkapnya, Selasa (07/07/20).
Evi menuturkan, selain hal tersebut, ada rencana lain yang juga terpaksa harus terkendaka oleh covid-19. Rencana tersebut ialah mewajibkan ASN Kota Serang untuk menggunakan batik dengan motif Bedug sebagai seragam wajibnya. Namun, hal itu kembali terkendala oleh Covid-19.
“Kalau di Perwal ASN menggunakan batik motif Bedug. Memang bertahap itu untuk peralihannya. Rencananya tahun ini memang, cuma karena kemarin ada Covid-19 jadinya terkendala. Mudah-mudahan kedepannya itu dapat terealisasi,” terangnya.
Kendati demikian, Evi menuturkan bahwa ada beberapa ASN dan sekolah yang ada di Kota Serang secara mandiri telah menggunakan motif batik sebagai seragamnya. Menurutnya, hal tersebut merupakan kebanggaan tersendiri, karena mereka memiliki kesadaran untuk menggunakan batik khas daerahnya.
“Beberapa dari teman-teman itu sudah menggunakan batik khas Kota Serang yah. Trus juga ada beberapa sekolah yang sudah menggunakan batik Kota Serang. Namun yah itu, tahun ini kita belum bisa bareng-bareng menggunakan batiknya secara bersamaan,” katanya sembari tertawa.
Bukan hanya itu, Evi menuturkan bahwa Walikota dan Wakil Walikota Serang juga sering menggunakan seragam batik khas Kota Serang di setiap kegiatannya. Hal itu membuktikan bahwa para kepala daerah sangat menginginkan batik Kota Serang dikenal oleh masyarakat.
“Jangn lupa, pimpinan kita pak Wali dan pak Wakil juga pak Sekot sangat mendukung terwujudnya batik khas daerah Kota Serang. Pak Wali dan pak Wakil sering menggunakan salah satu motif batik Kota Serang yaitu motif Paduraksa,” ungkapnya.
Diakhir, ia berharap kondisi Indonesia, khususnya di Kota Serang dapat segera pulih. Sehingga, keinginan agar batik khas Kota Serang ini dikenal oleh daerah-daerah lain dapat benar-benar terwujud. Minimal, dapat digunakan serentak oleh para ASN sebagai seragam wajib.
“Yah seperti daerah-daerah lain yang punya kekhasannya. Seperti Tangerang Selatan yang memiliki batik khas anggreknya. Itu terkenal dimana-mana. Trus lebak yang memiliki motif Leuit, yang terkenal juga di daerah lain. Pandeglang juga ada motif badak dan Cilegon juga ada motif Lereng Lesung. Kami juga ingin batik Kota Serang dikenal daerah lain,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin, mengatakan bahwa dirinya seringkali menggunakan batik khas Kota Serang karena ingin menunjukkan bahwa Kota Serang juga punya kekhasan dalam hal seni batik.
“Karena kami ingin menunjukkan kepada daerah lain, khususnya yang ada di Provinsi Banten, bahwa Kota Serang sudah memiliki batik. Alhamdulillah kami pun sudah mematenkan enam motif khas batik Kota Serang. Diantaranya, motif menara Banten, sate bandeng, sawung patok dan motif batik bedug,” tandasnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…