amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang | Dinamika demokrasi mahasisa saat ini dinilai memprihatinkan. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor (Warek) III UIN “SMH” Banten bagian kemahasiswaan Wawan Wahyudin di acara Dialog Terbuka mengenai potret demokrasi mahasiswa di Aula Sadzeli hasan Lantai dua, UIN “SMH” Banten. Jumat (15/11/2019).
Wawan menegaskan perlu adanya perbaikan pola demokrasi di kalangan mahasiswa, terlebih hal ini sebagai pembelajaran politik etis. “perlu didorong kembali pergerakan mahasiswa agar demokrasinya kembali berjalan dengan baik dan tentunya dijalankan secara benar menurut aturan,” ujarnya
Mantan aktivis mahasiswa Asep Nadjmut Tsyakieb menilai, permasalahan mahasiswa saat ini dikarenakan minimnya budaya literasi. Sehingga mahasiswa tidak punya banyak refernsi dalam menyelesaikan masalah. “Mahasiswa sekarang kurang baca, kurang diskusi, kurang kajian akhirnya begini disaat situasi mentok soal PUM semuanya pada kabur,” tegasnya.
Asep juga menyarankan agar mahasiswa lebih banyak mengadakan diskusi lintas organisasi, karena menurutnya diskusi bisa memunculkan solusi. “Karena itu Mahasiswa supaya banyak duduk bareng, diskusi bareng. Karena solusi itu muncul oleh mahasiswa itu sendiri,” tambahnya.
Senada dengan Asep, Ketua DPD GMNI Banten Solahudin Tamam menambahkan, kecacatan yang terjadi dalam kehidupan demokrasi kampus merupakan kejanggalan di miniatur state yang ada dalam kehidupan kampus. Terlebih ia menyoroti permasalahan PUM di UIN yang belum juga menemui titik terang.
“Saya menilai ini cacatnya PUM kemarin adalah sebuah kejanggalan dalam miniatur state yang ada di kampus. Hal ini jangan terlalu lama dibiarkan karena akan banyak merugikan Mahasiswa,” ujarnya. (nji)
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…