Dindikbud Kabupaten Serang Maksimalkan Peran Guru Penggerak

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya yakni memaksimalkan peran guru penggerak.
Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru yang bersifat transformasi, diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia di mulai tahun 2020
Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya mengatakan, pihaknya kini mendorong untuk memberdayakan guru penggerak untuk terus mengupdate pengetahuan baru, skill, hingga kompetensi dan kapasitas diri para tenaga pendidik.
Guru Penggerak SD di Kabupaten Serang kini jumlahnya mencapai angka ratusan. Tercatat, mulai dari angkatan 4 lolos sebabyak 26 orang guru penggerak. Kemudian angkatan 7 sebanyak 20 orang, angkatan 8 ada 17 orang, dan angkatan 9 sebanyak 48 orang.
Tak hanya itu, di Kabupaten Serang juga terdapat 10 Sekolah Penggerak yakni SDN Gegenecng Waringinkurung, SDN Graha Cisait Kragilan, SDN Tembakang 2 Pontang, SDN Kadupeurep Cinangka, SDN Kemang Tunjungteja, SDN Sasahan 2 Waringinkurung, SDN Taman Ciruas Permai Ciruas, SDN Binuang, SDN Mekarjaya Ciomas, dan SD IT Syifa Fikria Cikande.
“Guru penggerak ini aktif di komunitas belajar yang ada di setiap kecamatan dan sekolah,” kata Asep, Sabtu (27/4/2024).
Ia mengatakan, komunitas belajar merupakan sebuah forum yang fungsinya untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman agar meningkatnya kapasitas guru. “Sehingga kita juga sudah 99 persen melakukan Implementasi kurikulum merdeka secara mandiri,” jelasnya.
Pihaknya meyakini, jika peran guru penggerak ini dapat berjalan maksimal, maka kualitas pendidikan di Kabupaten Serang akan meningkat. Karena peran guru sangat penting dalam pembentukan karakter siswa. (adv)









