Jelang Pemilu Serentak 2024, Dosen Diminta Tak Ikut Partai Politik

SERANG,- Menjelang tahun politik pada 2024, dosen dan pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten diminta untuk bersifat netral.
Hal itu disampaikan dalam rangkaian acara kegiatan Pembinaan Dosen UIN SMH Banten di Aula Sadzeli Hassan, Kamis (6/10/2022).
Dalam sambutannya, Rektor UIN SMH Banten Profesor Wawan Wahyudin memperingatkan kepada seluruh dosen pengajar bahwa tiga tahun ke depan yang sedang berjalan saat ini adalah tahun politik.
“Jangan sampai dosen tercantum namanya di Parpol apapun, dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan di dalam kampus kita,” tegasnya.
Ia juga menghimbau, bahwa untuk berhati-hati dalam menggunakan Informasi Teknologi (IT) khawatir berbahaya untuk diri sendiri dan kita bersama.
“Lebih baik, perbanyak karya seperti tulisan-tulisan yang bisa membangkitkan ide-ide cemerlang lalu bisa bermanfaat untuk banyak orang,” sarannya.
Melanjutkan akan hal itu, Rektor UIN SMH Banten menegaskan kepada Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPM) yang telah beredar per tanggal 1 September 2022, untuk bersama-sama dipatuhi dan dilaksanakan bersama.
“Saya minta jangan sampai gaduh tentang kebijakan yang berlaku, karena ini demi kebaikan dan kemajuan kita bersama,” pintanya.
Dalam kebijakan yang berlaku, ada beberapa hal yang sedang diperbaiki oleh pihak rektorat, salah satunya yakni persoalan absensi dengan cara finger print.
“Hal ini diupayakan akan diperbaiki, supaya bisa terealisasikan dengan para civitas akademik dan para dosen yang sedang sakit,” harapnya.
Bersamaan dengan itu, Wakil Rektor I menyapkikan bahwa pembinaan dosen sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
“Dosen memiliki tugas yang tidak ringan, sebab dosen tidak hanya berkewajiban mengajar akan tetapi juga membimbing mahasiswa agar yang bersangkutan memiliki kompetensi yang relevan dengan keahliannya,” ujarnya.
Selain itu, Wakil Rektor I juga menyampaikan bahwa dosen juga memiliki tanggung jawab pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan pengabdian yang semestinya dilakukan secara terus menerus. (Arr)







