Kasus Stunting di Kota Serang Banyak di Kasemen

SERANG,- Angka kasus stunting di Kecamatan Kasemen, Kota Serang masih tinggi. Dari total jumlah balita 11.108 orang, 792 di antaranya mengalami stunting atau tumbuh tidak normal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Toyalis mengatakan, saat ini ada 2.794 atau 4.0 persen orang anak di Kota Serang yang mengalami stunting dari 70.513 balita yang ada di Kota Serang.
“Kemudian di Kecamatan Serang sebanyak 603 anak dari jumlah 22.228 balita. Kecamatan Curug sebanyak 357 anak dari jumlah 5.790 balita, Kecamatan Taktakan sebanyak 156 anak dari 10.637 balita, dan Kecamatan Walantaka sebanyak 296 anak dari 11.779 balita,” katanya, Selasa (22/6/2021).
Kendati masih cukup tinggi, Toyalis mengklaim jika angka tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni sebesar 27 persen secara nasional dan ditargetkan menurun hingga 14 persen secara nasional. “Iya, kalau nasional kami 27 persen, dan ditargetkan 14 persen pada tahun mendatang,” ujarnya.
Pihaknya pun mengaku terus berupaya menurunkan angka stunting secara nasional, mulai dari memberikan asupan gizi pada remaja putri dan calon pengantin. “Jadi yang kami sasar itu remaja putri, khusus calon pengantin, dan para ibu hamil agar gizinya tercukupi,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan, di Kota Serang sejak 2018 jumlah stunting mencapai 7,2 persen dari jumlah keseluruhan balita yang ada di Kota Serang. “Tapi Alhamdulillah dari 2018 hingga tahun 2021 ini penurunan angka stunting sangat signifikan, menjadi 2,6 persen,” katanya.
Penurunan angka stunting di Kota Serang, diyakini berkat kesadaran masyarakat dan kerja keras para kader posyandu dalam menyosialisasikan kebutuhan vitamin dan gizi bagi ibu hamil. “Semuanya, bukan hanya karena pemerintah kota saja, tapi masyarakat dan para kader posyandu,” ujarnya. (Arr)







