Kebudayaan Baduy Diabadikan Lewat Buku

SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengapresiasi usaha para seniman seni rupa Indonesia, Jenny Mahastuti yang mengabadikan kebudayaan Baduy lewat buku yang berjudul Gerimis di Tanah Titipan Kanekes.
“Ini adalah Langkah yang luar biasa dan patut kita apresiasi. Sampai-sampai saya sengaja mengkhususkan waktu membaca draft buku ini dulu hampir satu minggu ketika diminta untuk membuat kata pengantarnya,” kata Andika saat membuka pameran tunggal sekaligus launching buku karya Jenny Mahastuti tersebut di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (10/3/2020).
Andika mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi semua upaya-upaya mengangkat kearifan lokal dan kebudayaan di Banten dari pihak mana pun. Mewakili Pemprov Banten dan warga Banten, Andika merasa bangga jika kekayaan budaya Banten dapat mendunia. “Dan kepopuleran tersebut pastinya disertai dengan upaya-upaya pelestarian,” katanya.
Andika mengatakan, Buku Sketsa dan Puisi karya Jenny sangat kaya akan nilai seni dan budaya. Sketsa dan puisi di buku tetsebut menggambarkan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal masyarakat adat Desa Kanekes atau yang lebih kita kenal dengan Masyarakat Baduy di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Sebagai sebuah karya, Andika berharap buku ini dapat menjadi “duta” yang dapat meningkatkan eksistensi Masyarakat Baduy sebagai masyarakat adat yang memegang nilai-nilai tradisi. “Dari tradisi dan kearifan lokal masyarakat Baduy, kita belajar tentang kesederhanaan dan pelestarian lingkungan yang hakiki,” katanya.
Jenny Mahastuti sendiri mengatakan, dirinya menghabiskan waktu hampir 16 tahun sampai akhirnya bisa menggelar pameran tunggal dan merilis buku tersebut. “Sampai-sampai saya bisa bahasa Sunda urang Baduy saking seringnya bulak-balik ke sana dalam 16 tahun terakhir ini. Padahal saya orang (suku) Jawa,” katanya.









