Warga Kasemen Masih Bertahan di Tenda Pengungsian

SERANG,- Ratusan warga yang tinggal di Lingkungan Sukadiri dan Lingkungan Kebon, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang masih bertahan di tenda pengungsian yang mereka buat sendiri di atas Keraton Surosowan. Itu lantaran kampungnya masih terendam banjir.
Berdasarkan pantauan masih banyak tenda pengungsian yang ada di atas keraton surosowan. Para pengungsi baik orang tua bahkan balita masih bertahan di tenda pengungsian yang mereka buat sendiri, lantaran rumah mereka masih terendam banjir.
Salah satu warga kampung kebon, Marhamah mengaku terpaksa bertahan di tenda pengungsian yang bocor lantaran sampai saat ini rumahnya masih terendam banjir.
“Kita tetap memilih untuk bertahan lantaran lokasi pengungsian dekat dengan lingkungan,” katanya, Rabu (2/3/2022)
Ia mengaku, kondisi didalam tenda pengungsian sangatlah dingin. Apalagi ketika hujan turun, tenda yang bocor membuat kondisi didalam tenda semakin dingin.
“Kita butuh selimut pak, di tenda ini baru satu yang dapat bantuan selimut,” jelasnya.
Ia pun mengeluhkan masih sedikitnya bantuan berupa selimut dan tikar yang diberikan oleh pemerintah. Padahal warga yang mengungsi tida sempat membawa barang tersebut lantaran tersapu oleh banjir.
“Kami warga tinggal bersama keluarga, berdesakan. Ada orang tua dan anak-anak, kita juga butuh pempers untuk anak,” jelasnya.
Warga lainnya, Arum mengaku kondisi nya saat ini tengah sakit yakni mengalami demam dan pusing. Namun demikian ia tetap bertahan di pengungsian lantaran rumah yang masih terendam.
“Saya tidak punya baju untuk ganti pak, ada bantuan baju, cuman saya ga kuat untuk ngambil karena sakit,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah ataupun para dermawan dapat merata. Terlebih bantuan berupa baju dan juga selimut yang saat ini sangat dibutuhkan. (Arr)








