amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG – Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi melakukam inspeksi mendadak (Sidak) ke Stadion Maulana Yusuf (MY) dan kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang.
Budi ngamuk lantaran adanya oknum pegawai Disparpora yang menghalangi Satpol PP yang tengah melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Stadion MY Kota Serang dua pekan lalu.
“Saat ditertibkan oleh Satpol PP, Disparpora mengizinkan malah ribut (dengan Satpol PP-red),” katanya, Senin (7/2/20222).
Ia menilai jika kinerja dari Disparpora sangat buruk, dan mencoreng nama baik Pemkot Serang. “Pokoknya buruk ini Disparpora, nanti saya panggil Sekda dan Kadisnya,” ujarnya.
Pemkot Serang sebelumnya sudah melakukan penataan dan pembangunan Stadion MY Kota Serang, namun sayang harusnya sudah tidak ada lagi PKL, namun nyatanya masih tetap berjualan.
“Kita baguskan Stadion malah di ijinkan pedagang begitu, saya paling tidak terima Dispora menjatuhkan marwah Kasatpol sehingga pedagang berani melawan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Serang, Bambang Janoko mengatakan, merasa heran dengan penghalangan yang dilakukan oknum Disparpora Kota Serang saat penertiban dari Satpol PP.
“Yang namanya Satpol PP bagian dari pemerintah, malah menghalangi ngomong apa yang menjadi dasar Satpol PP melakukan penertiban, jadinya ASN dan ASN bertengkar,” katanya
Ia juga menduga terdapat permainan antara Disparpora dan oknum lain, sehingga PKL dapat berjualan di Stadion MY.
“Jadi wajar pak Ketua (DPRD) marah-marah, ternyata ada yang bermain. Malah menanyakan kapasitas dia apa itu kan aneh, berarti ada apa? Silahkan diterjemahkan sendiri,” terangnya. (Arr)
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…