Korban Banjir di Kota Serang Mengeluh

SERANG – Warga Kelurahan Kaligandu, Kota Serang mengeluhkan karena terdampak banjir. Mereka juga mengeluh karena belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Seorang warga RT 3 RW 3 Kelurahan Kaligandu M Tajudin mengatakan, banjir tersebut diakibatkan luapan Sungai Kaligandu atau banjir kiriman. “Ini karena sungainya meluap, kan ada banjir kiriman. Ditambah sungainya nambah sempit, udah gitu di Rau-nya tuh banyak sampah,” katanya saat ditemui di lokasi, Rabu (3/2).
Selain itu, sambungnya, sejak sore kemarin sudah terjadi hujan, tambahnya, baru reda-reda pas subuhnya. Sehingga banjir seperti ini. “Dari kemarin sore sudah hujan, hingga malam, nah pas reda itu pas jam empatan. Saya juga posisinya lagi tidur, eh bangun-bangun rumah sudah banyak airnya,” katanya.
Dia menjelaskan, memang di daerahnya sudah sering terjadi banjir akibat luapan sungai Kaligandu yang dekat dengan rumahnya. “Ini banjir kaya gini sudah sering, setahun sekalimah ada. Tapi ini yang paling besar, liat aja sampai sepaha kaya gini,” katanya.
Dia berharap, pemerintah dapat segera memberikan bantuan kepadanya, karena memang Dirinya membutuhkannya. “Semoga cepat ada bantuanlah. Orang liat saja rumah saya hingga dzuhur ini masih tergenang air. Inikan mengurasnya butuh waktu lama,” terangnya.
Warga lain, Septian mengaku, meski banjir tersebut kerap terjadi, bahkan hampir setiap tahun, warga sekitar mengaku belum pernah mendapatkan bantaun dari pemerintah, baik dalam penyedotan ataupun bantuan yang lainnya.
“Ini banjir hampir setiap tahun terjadi, karena ada banjir kiriman dari Sungai Kaligandu, walaupun ini kerap terjadi, tapi kita belum pernah mendapatkan bantuan, baik alat penyedotan ataupun bantuan yang lainnya,” ucapnya.
Dia mengaku, saat ini untuk menguras air yang masuk ke dalam rumahnya menggunakan pompa air kecil yang biasa digunakan untuk kebutuhan air setiap keseharian.
“Cobalah pemerintah memberikan bantuan, turun ke lapangan. Kalau hanya mengandalkan pompa air kecil kaya gini, inimah gak bakal selesai sehari. Kan kalau make alat penyedot itu pasti cepat,” ujarnya.
Dia mengaku heran, padahal rumahnya ada di pusat kota. Tetapi dirinya selama banjir terjadi belum pernah merasakan bantuan dari pemerintah. “Mudah-mudahan pemerintah bisa mendengarkan keluh kesah ini, karena kita memang memerlukan bantuan itu,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Diat Hermawan mengaku, pihaknya sudah menerjunkan personil ke lapangan. “Dari pagi kita sudah menerjunkan perahu karet, alat sedot ke titik kebanjiran. Warga banyak yang minta disedot air yang masuk ke rumah. Cuma kan memang kita juga keterbatasan alat,” pungkasnya. (Ars)






