amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
INSPIRASI

Menakar Ulang Biaya Politik Dalam Sistem Pemilu di Indonesia

Oleh: Dede Qodrat Alwajir

Kenapa biaya politik menjadi begitu mahal di masyarakat Indonesia. Ini seperti menjadi keluhan bagi siapa saja yang menjadi stakeholder politik. Yang menyebabkan kebijakan publik di Indonesia tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Sehingga, biaya politik menjadi beban terhadap sistem politik. Proses politik menjadi tidak murni, karena banyak dipengaruhi oleh politik uang. Lalu seperti apa masalah yang bisa kita definisikan. Berikut diantaranya.

Satu, Jeda pemilihan umum terlalu lama. Bahkan jaraknya terlampau lama, sampai lima tahun. Hal ini memungkinkan, mereka yang dipilih lupa turun kembali ke masyarakat. Begitu juga mereka yang memilih lupa dengan siapa yang dipilih.

Dua, Anggota DPR/DPRD yg terpilih, memiliki anggapan yang umum yaitu cukup dengan membeli suara dengan yang mereka bisa mempengaruhi masyarakat. Sehingga tak perlu capek-capek turun ke masyarakat.

Tiga, Perjuangan politik, bukan lagi perjuangan murni untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Seringkali mereka yang gabung di politik bermotif mengamankan bisnis. Sehingga, aktifitas DPR seharusnya disibukkan oleh memperjuangkan aspirasi masyarakat. Namun justru disibukan dengan melindungi bisnis.

Dari tiga persoalan diatas, diperlukan langkah kongkrit, agar sistem politik Indonesia bisa menjadi sistem politik yang melahirkan politisi ideal. Politisi yang memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Dengan demikian langkah kongkrit yang diusulkan penulis adalah Kita harus ingat, proses mencoblos itu tidak lama, hanya lima menit. Namun dampak nya lima tahun. Oleh karena itu, masyarakat harus menganggap proses politik adalah proses biasa saja. Sehingga pemilih tidak merasa mereka harus dibayar dalam proses nya. Dan politisi tidak terbebani dengan biaya yang harus merek keluarkan.

Selain itu, harus ada politisi yang berani membongkar kebiasaan ini. Berani melawan arus. Tentu keberanian ini harus ditunjang oleh organisasi pemilih yang kuat dan idealis. Sehingga biaya politik menjadi murah. Jika bisa didorong menjadi nol.

Terakhir, Mereka yang diberikan amanah utk menjadi wakil rakyat, sebisa mungkin bersuara nyaring di rapat rapat DPR agar kepentingan masyarakat menjadi urusan publik yang harus diselesaikan. Sehingga rakyat tau apa yang mereka lakukan di gedung wakil rakyat. Dengan tahu aktivitas kepercayaan terhadap wakil rakyat akan semakin tinggi. Dan pada ujungnya kita bisa terlepas dari lingkaran setan sistem pemilu yang hanya mengandalkan kapital.

Selamat mencoba.

Penulis adalah Direktur Spectrum Data Indonesia dan Dosen di Universitas Bina Bangsa

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

1 minggu ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

1 minggu ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

1 minggu ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

2 minggu ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

2 minggu ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

1 bulan ago