Wawancara Lengkap Direktur Spectrum Data Indonesia Tentang Personal Branding di Podcast RRI Banten

DIGDAYA.ID – Spectrum Data Indonesia diundang di RRi Banten untuk Menjadi Narasumber dalam Program “NGOBRAS” Ngobrol Bareng Komunitas, NGOBRAS Salah satu program RRI yang mendatangkan komunitas-komunitas Lokal.
Pembahasan seru dibawakan Penyiar RRI Banten Trixie Sondang dan Narasumber dari Directur Spectrum Data Indonesia Dede Qodrat Al-Wajir, Obrolan menarik tentang Personal Branding.
Dalam obrolan ini Spectrum Data Indonesia Membahas Tentang “Personal Branding”, apalagi hidup di jaman serba digital sekarang sangat mudah untuk menunjukan branding tentang diri kita.
Berikut wawancara Spectrum Data Indonesia dalam Program “NGOBRAS” :

Penyiar :
Bisa dijelaskan apa itu Komunitas Spectrum dan siapa saja yang tergabung di dalamnya?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Komunitas spectrum adalah perkumpulan yang didirikan sejak 2017 yang mengedepankan visi kedalam setiap pikiran anggotanya. Dengan berpacuan kepada kata-kata yang pernah dilontarkan Jack Ma, yang menyebutkan “Money Follow People, People Follow Dream,” diatas landasan itulah anggota Spectrum bekerja.
Spectrum percaya, manusia yang memulai langkahnya untuk mengejar visi akan dimudahkan dalam segala perjuangan. Uang dan keterbatasan bukanlah halangan yang berarti bila visi sudah terhujam di hati. Dedikasi anggota Spectrum bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk masyarakat sekitar yang lebih besar.
Penyiar :
Apa yang melatarbelakangi terbentuknya komunitas ini dan kegiatan apa saja yang ada dalam komunitas ini?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Kami melihat dengan bersama-sama kita bisa menyelesaikan berbagai persoalan. Seperti sebuah lidi, jika ia digunakan hanya sebagai individu maka dampaknya tidak terlalu besar. Berbeda hal nya ratusan lidi di ikat jadi satu. Tentu kekuatan yang menyatu akan lebih efektif dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Tugas kemanusiaan yang dimaksud spectrum adalah berdaya secara mandiri lalu bermanfaat untuk masyarakat.
Kegiatan dalam komunitas ini adalah pelatihan soal pemahaman data, pemahaman soal politik lokal dan nasional, juga kegiatan sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Kami pernah membantu para petani dengan advokasi traktor, lalu membantu masyarakat untuk mendapatkan bantuan covid, melakukan edukasi terhadap pelajar dan mahasiswa tentang penelitian dan data melalui seminar. Dan masih banyak hal lainnya.
Penyiar :
Siapa saja target yang ingin dijangkau oleh komunitas ini dan apakah hanya anak muda, profesional, atau lebih luas?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Spectrum tidak membatasi diri dari berbagai warna masyarakat. Siapapun yang ingin belajar maka mereka bisa menjadi bagian spectrum. Namun demikian, selama komunitas ini berjalan lebih banyak menyasar anak muda, terutama pelajar dan mahasiswa.
Penyiar :
Bagaimana menurut Spectrum, pentingnya personal branding di era digital saat ini?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Personal Branding adalah cara Anda mempromosikan diri sendiri dengan mengkombinasikan keunikan dari keterampilan, pengalaman, dan kepribadian yang Anda inginkan agar dunia melihat Anda. Hal ini adalah cerita tentang kisah hidup Anda, bagaimana itu mencerminkan perilaku Anda, kata-kata yang diucapkan, serta tindakan atau sikap Anda.
Ada, sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Institut Of Health Amerika telah menyimpulkan bahwa personal branding sangat berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan karir seseorang.
Selain itu, tahapan dalam melaksanakan personal branding adalah:
- Membangun Image (persepsi publik)
- Experience (pengalaman bersentuhan langsung)
- Trust (kepercayaan)
- Relationship (koneksi personal yang berkesinambungan)
Penyiar :
Dalam hal memperkuat personal branding, sejauh mana data memainkan peranan penting?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Kita berangkat dulu dari definisi data, data adalah sekumpulan fakta dan informasi yang berserakan. Ketika ia disatukan maka bisa digunakan sebagai alat pertimbangan. Dan itulah yang dimaksud data memberikan pengaruh terhadap pertimbangan kita.
Oleh karena, kita berangkat dari data. Contohnya: Dari total penduduk indonesia sebanyak 274 juta jiwa diantaranya aktif dalam sosial media sebanyak 61 persen atau setara dengan 170 Juta jiwa. Ada satu fakta menarik, saat pandemi masyarakat menggunakan internet sebanyak 3 jam 14 menit. Saat ini saat situasi normal datanya berkembang menjadi 8 jam 52 menit. Tentu ini merupakan fdata yang menarik dimana kita bisa melaksanakan personal branding melalui sosial media.
Penyiar :
Bagaimana cara komunitas ini membantu anggotanya membaca dan memanfaatkan data pribadi untuk memperkuat citra diri?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Kita biasa melakukan Focus Grup Diskusi yang terbatas untuk memberikan pemahaman kepada anggota komunitas agar memanfaatkan sosial media untuk memperkuat citra diri. Karena personal branding membawa manfaat kepada peningkatan karir terutama kepada:
– Modal Sosial
– Penghargaan Finansial
– Peningkatan karir
Penyiar :
Apakah ada pelatihan atau tools khusus yang digunakan untuk analisis data personal branding?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Ada dua cara yang biasa kita lakukan untuk menganalisis data personal branding seseorang. Yang pertama adalah melakukan analisa media yang dalamnya terdapat tools analisa konten pemberitaan. Kita akan ukur, sentimen publik terhadap personal tertentu. Apakah tone nya positif, negatif atau netral.
Yang kedua, kita biasa melakukan wawancara dan diskusi terbatas untuk mendapatkan data deskriptip analitik terhadap seseorang. Sehingga kita mengetahui karakter yang bersangkutan dan bagaimana memasarkan diri kepada publik.
Penyiar :
Media apa saja yang dimanfaatkan oleh komunitas ini dalam membangun branding para anggotanya?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Kita menggunakan dua cara. Cara yang pertama adalah dengan memanfaatkan media sosial dan yang kedua media online. Media sosial sebagai trigger utama dan media online sebagai approval agar branding yang kita sampaikan dianggap penting untuk khalayak dan diyakini kebenarannya.
Penyiar :
Bagaimana cara memilih media yang tepat untuk menyampaikan citra atau pesan personal seseorang?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Tentu harus sesuai dengan karakter yang bersangkutan. Apakah melakukannya untuk jangka panjang atau jangka pendek. Untuk jangka pendek kita bisa menggunakan media online secara pemberitaan. Untuk jangka panjang kita bisa mengunakan sosial media yang mudah dijangkau oleh semua orang. Terutama dengan algoritma yang bebas seperti tiktok. Dalam istilah manajamen dikenal cradle to cradle yaitu hanya membutuh produksi satu kali, namun manfaatnya bisa dirasakan berulang-ulang.
Penyiar :
Apakah ada strategi konten atau storytelling yang ditekankan dalam komunitas ini?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Personal branding harus dibangun dengan landasan 3 C :
- Credibilitas (Anda berdiri diatas integritas anda sendiri)
- Consistensi (selalu berikan nilai dari setiap aktivitas anda)
- Clarity atau kejelasan (tujuan dan makna)

Penyiar :
Bisa diceritakan beberapa kegiatan atau program unggulan dari Komunitas Spectrum yang mendukung branding personal?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Kami berfokus kepada kegiatan sehari-hari dibidang yang sangat jarang ditekuni masyarakat. Yaitu fokus dipenerbitan buku dan pembuatan konten-konten yang menarik dan bermanfaat untuk masyarakat. Seperti, selain jadi ketua komunitas, saya juga berprofesi sebagai dosen. Maka, saya berfokus pada hal tersebut dengan memproduksi konten yang bisa membantu mahasiswa semakin mengembang diri.
Penyiar :
Sejauh ini, dampak apa yang sudah dirasakan oleh para anggota setelah mengikuti program di komunitas?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Sejak berdiri dari tahun 2017, spectrum telah melahirkan banyak anggota terbaik. Kalo boleh meminjam istilah “diaspora”, diaspora spectrum saat ini berada di banyak tempat. Sejauh data yang kami miliki, kami memiliki 150 orang yang sudah belajar di spectrum. Ada yang berprofesi sebagai akuntan, politisi, tenaga ahli dprd, pengusaha, dan karyawan profesional.
Penyiar :
Bagaimana cara bergabung dengan Komunitas Spectrum?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Setiap 3 bulan kami melaksanakan program pelatihan yang bertema personal branding, media dan data. Jadi nanti bisa bergabung ketika kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan. Teman-teman bisa follow akun instagram @spectrum.id2017 atau tiktok @spectrumbanten.
Penyiar :
Apa pesan atau ajakan untuk generasi muda yang ingin lebih mengenali kekuatan personal branding?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Ada sebuah teori yang bernama Hukum Heinrich, perlu diketahui heinrich adalah salah satu ahli dibidang pemasaran asuransi dan manajemen. Dia telah menemukan pola 1:29:300. Dia mencontohkan setiap ada satu kecelekaan besar di sebuah pabrik. Maka akan didahului oleh 29 kejadian sedang dan 300 kejadian kecil yang disepelekan. Apa saya maksud adalah, personal branding adalah alat untuk mencapai satu tujuan besar yaitu kesuksesan pribadi dan karir kita. Dan hal tersebut mengandung konsekuensi untuk konsisten dalam hal sedang dalam kehidupan kita juga belajar tidak menyepelekan hal-hal kecil. Saya berharap personal branding bisa mengantarkan anda kepada taraf kehidupan yang lebih baik.
Penyiar :
Apa harapan ke depan bagi Komunitas Spectrum dalam mendukung masyarakat lebih melek data dan media?
Direktur Spectrum Data Indonesia :
Harapan kami spectrum sebagai komunitas kecil bisa berdampak besar kepada masyarakat. Karena tidak ada mimpi besar tanpa perjuangan yang keras. Saya ingin mengutip satu kata-kata yang ditulis oleh rando kim, yang berjudul “amor fati.” Dalam bahasa indonesia, amor fati berarti cintai takdir mu. Meski belum sempurna saya yakin ada kebahagiaan disana. Jangan pernah berhenti, berjuanglah sampai mimpi kita terwujud.
Terakhir, kami menginginkan dengan pemahaman data yang cukup, pendidikan yang kuat semoga akhirnya masyarakat dapat melakukan mobilitas sosial vertikal. Hidupnya bisa lebih baik agar kita semua bisa menyongsong indonesia emas pada tahun 2045.










