REDUNDAN, ULANGI SELAGI BISA
Senin Inspirasi
REDUNDAN, ULANGI SELAGI BISA
Oleh: Dede Qodrat Alwajir
Saya dilahirkan dari keluarga sederhana, tidak memiliki kepintaran yang begitu cemerlang. Dalam kuliah pun rasa-rasanya tidak pernah mendapatkan IPK empat. Rata-rata IPK yang saya dapatkan setiap semester antara 3,2-3,4. Dalam angkatan di kelas saya, banyak sekali kawan kuliah yang lebih pintar dan cerdas. Bahkan IPK nya ada yang sempurna.
Namun, justru karena merasa tidak pintar, Saya tahu titik lemah saya dimana. Saya merasa harus membaca lebih banyak. Bertanya lebih banyak, bahkan menganalisis materi kuliah tidak hanya sekali. Itulah tekad yang saya lakukan ketika menamatkan studi strata satu.
Kegemaran menganalisis dan membaca lebih banyak ternyata membuahkan hasil. Seringkali, materi kuliah lebih mudah diserap. Ketika dosen menjelaskan, saya paham beberapa konsep karena sudah pernah membacanya. Cara belajarnya jadi berbeda, sudah lebih dulu tahu konsep lebih awal akan menjadi keuntungan kita lebih awal.
Kebiasaan ini saya ulang terus, sampai akhirnya lulus kuliah. Bahkan, ketika masuk dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Dimulai dari cara memulai sampai menguasai persoalan memang tidak mudah. Tapi karena kita mau belajar dan bersungguh-sungguh biasanya dikemudian hari pekerjaan itu lebih cepat dikuasai.
Saya teringat dengan kata-kata Robin Sharma dalam Bukunya yang berjudul, 5 Am Club, “Pada awalnya, semua perubahan terasa berat, berantakan di tengah-tengah, tetapi sangat indah di akhirnya.” Seperti itulah pola yang saya rasakan selama ini. Rumit di awal, resah di tengah bahkan rasanya semuanya terasa tidak akan terlalui. Namun setelah dijalani, diurai satu persatu, semuanya jadi terasa mudah dan lancar.
Inilah kekuatan Redundan, ulangi terus menerus jika kita belum paham, coba terus jika kita belum bisa. Pada waktunya, batu yang keras akan terbelah oleh setetes air yang jatuh secara konsisten. Selamat mencoba.
Penulis adalah Direktur Spectrum Data Indonesia










