amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Mengenang Wafatnya Azyumardi Azra, Wartawan Kota Serang Do’a Bersama

SERANG,- Wafatnya Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra membawa pilu bagi kalangan muslim Indonesia. Ketokohan dan pemikirannya turut mengantarkan menyaber sejumlah penghargaan.

Akademisi yang bernaung di UIN Syarif Hidayatullah itu menghembuskan nafas terakhirnya di umur 67 tahun di salah satu rumah sakit di Malaysia.

Bahkan berkat kecerdasannya yang mengkritik paradigma islam Indonesia dimata orienfalis, diganjar penghargaan kehormatan dari Ratu Elizabeth.

Dalam mengenang wafatnya Azyumardi Azra, Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) menggelar refleksi dan tahlil bersama untuk meneladani sosok Ketua Dewan Pers Periode 2022-2025.

Pembina PWKS, Wahyudin mengaku pernah bersentuhan dalam liputan sekira tujuh tahun yang lalu di wilayah Kota Serang.

Dalam kacamatanya, Azra dinilai sebagai sosok yang berkarismatik berkat keilmuannya dalam integrasi keislaman. Ditambah rekam jejaknya yang pernah di jurnalistik.

“Banyak bersentuhan 7 tahun lalu. Alasannya karena banyak bersentuhan dengan pers di bawah Panjimas,” katanya saat mereflesikan keteladanan Azra, Kamis 22 September 2022.

Ia menyatakan, Azra adalah sosok cendikiawan muslim yang keintelektualannya tidak diragukan dan termasuk kelas kaliber dalam akademisi.

Dalam karya-karyanya, Azra berpandangan bahwa unsur agama dan budaya menimbulkan keislaman yang baru. Entitas islam tidak lenyap dalam tradisi dan sinkretis dengan tradisi, seperti pola dakwa wali menggunakan wayang.

“Kenapa pak Azra besar karena perspektif islam banyak dipandang dari orientalis. Orang eropa datang melancong dan membuat buku, itu yang banyak dikritik pak Azra di bukunya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Azra dalam ingatan Wahyudin selalu menjaga jarak dengan kekuasaan. Kritikannya murni untuk pembangunan dan kemajuan Bangsa.

Bahkan saat menjadi Ketua Dewan Pers pun, banyak karya akademik untuk kemajuan jurnalis. Hal itu yang membawa wajah baru dalam pers.

“Pak Azra bisa mengambil jarak objektif tanpa memiliki agenda bergening dengan kekuasaan. Ini kita bisa belajar selain ketokohannya, keintegritasannya teruji,” ujarnya.

Ia menerangkan, kehilangan sosok cendekiawan sangat sulit tergantikan, berbeda dengan kehilangan seorang pejabat yang banyak gantinya.

Ia berharap, ada generasi penerus yang dapat menggantikan keintelektualan dari Azyumardi Azra.

“Kalau kata nabi, ulama yang meninggal bisa menimbulkan bencana. Presiden ada gantinya, kalau cendekiawan agak sulit,” paparnya.

Di tempat yang sama, Ketua PWKS, Fauzan Dardiri berujar, kegiatan Kamis Mengaji menjadi agenda rutin yang digagas untuk meningkatkan khazanah keilmuan di bidang keagamaan.

“Ini agenda ini sengaja kita gagas dalam rangka meningkatkan kerohanian dan khazanah keilmuan,” ujarnya.

Ia berharap, doa-doa yang dipanjatkan dapat sampai pada mendiang Azyumardi Azra sebagai bentuk balas jasa atas pengandiannya terhadap negara dan Bangsa.

“Doa ini sebagai bentuk terima kasih kita kepada guru besar Bangsa, semoga pengabdiannya dibalas di surga,” tutupnya.

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

2 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

2 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

2 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

2 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

2 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

3 bulan ago