amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Pedagang Tamansari Sepakat Pindah ke Cilame

SERANG,- Sejumlah Pedagang yang berjualan di Tamansari, Kota Serang yang terdampak penggusuran pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) meminta Pemkot Serang untuk tidak merelokasi mereka ke Pasar Kepandean dan Pasar Lama. Namun, mereka lebih memilik direlokasi ke Cilame, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang.

Bahkan para pedagang telah bersepakat untuk menempati sebidang tanah kosong yang berada di Lingkungan Cilame tersebut, dan berencana untuk membeli secara permanen. Sehingga ke depan pemerintah tidak bisa menggusur mereka dan memindahkan sesuai kehendaknya tanpa menerima aspirasi dari pedagang.

Seorang pedagang di Tamansari Kota Serang, Nur mengatakan, sebagian pedagang telah sepakat untuk pindah ke Lingkungan Cilame. Mereka beralasan, bila dipindahkan ke eks Pasar Kepandean, jaraknya terlalu jauh dan berada di jalur cepat, sehingga tidak dimungkinkan untuk berjualan di sana.

“Sebagian pedagang, kebanyakan memang sudah sepakat mau pindah ke Cilame saja. Karena kan tidak jauh, kemudian juga katanya tanahnya bukan milik pemerintah, jadi InsyaAllah enggak akan digusur seperti sekarang,” katanya, Kamis (7/10/2021).

Ia mengatakan, apabila ada salah satu koperasi yang bersedia meminjamkan modal dan menyiapkan lahan untuk menampung para pedagang Tamansari. “Iya, sedang disiapkan lahan untuk kami berjualan. Jadi memang ada koperasi yang mau menyiapkan tempat untuk kami jualan, makanya kami punya pilihan sendiri,” ujarnya.

Selama ini, kata Nur, bila sejak tahun lalu sudah ada isu, bahkan sosialisasi tentang pembongkaran Tamansari dan pemindahan pedagang. Namun hal itu diredam oleh oknum yang mengaku sebagai pengelola pasar dan para pedagang diminta untuk membayar masa perpanjangan.

“Kalau yang punya kios itu bayarnya Rp500 ribu, kalau yang jualan emperan itu bayarnya Rp200 ribu. Kadang saya kasihan sama pedagang emperan, udah nenek-nenek padahal dan jualannya juga cuma kue kecil, tapi tetap diminta Rp200 ribu, tega,” tuturnya.

Senada dikatakan oleh pedagang lainnya, yang enggan disebutkan namanya. Dia mengaku bila harus memilih diantara dua lokasi pasar, dirinya akan memilih untuk berjualan sendiri tanpa bantuan pemerintah. “Karena selama ini kami merasa sendirian. Kalau harus memilih dipindah ke pasar lama atau kepandean, ya saya mending jualan sendiri,” katanya.

Menurut dia, selama hampir sembilan tahun berjualan di Tamansari, tidak ada bantuan apapun yang diberikan oleh Pemerintah Kota Serang untuk para pedagang. “Tidak ada yang gratis kalau di pasar. Salaran legal kami bayar sehari totalnya Rp8.000, terus salaran ilegal yang tidak resmi sehari Rp5.000 sampai Rp10.000, jadi kami pedagang kecil memang jalan sendiri,” ucapnya.

Dia juga mengaku bila beberapa tahun lalu, dirinya pernah berjualan di Pasar Kepandean, namun sepi pembeli. Bahkan ayam yang dijualnya hanya terjual satu sampai tiga kilogram per hari. “Jadi saya sudah ada pengalaman di sana. Kalau di sini (Tamansari) meski sepi, sehari bisa laku tujuh sampai lima belas kilo ayam,” tuturnya. (Arr)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

1 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

1 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

1 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

1 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

1 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

2 bulan ago