amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Pemkot Serang saat ini masih mengkaji terkait rencana Lembaga Ekonomi Umat (LEU) yang akan mengajak kerjasama Pemkot Serang untuk mengolah sampah di TPAS Cilowong.
Diberitakan sebelumnya, LEU mengajukan kerjasama pengelolaan sampah di TPAS Cilowong. Lembaga ini mengaku bisa memproduksi 1.000 ton sampah perhari dengan menggandeng investor dari China.
Asda I Kota Serang, Anton Gunawan mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pengkajian terkait pengajuan kerjasama yang disampaikan oleh LEU. Untuk itu ia belum bisa memberikan jawaban terkait menerima atau menolak tawaran tersebut
“Bagaimana dinas teknik meresponsnya. Karena kita masih menunggu kajian komprehensif, belum sampai teknis apa yang dimohon dari mereka lalu Pemkot dapat apa. Baru metode apa yang mereka gunakan” katanya saat ditemui di Puspemkot Serang, Selasa (23/2/2021)
Anton mengatakan, dalam pelaksanaan kerjasama perlu adanya kajian mendalam dari dinas yang terkait. Hal tersebut guna menganalisis nilai manfaat dan mudarat dari kerjasama yang akan diambil.
“Kalau mereka (Dinas Teknis) sudah melakukan kajian dan menjajaki ini menguntungkan, dari satu sisi pad dan menyelesaikan masalah sampah, kenapa enggak,” katanya.
Menurut Anton, rencana kerjasama harus segera ditindaklanjuti. Hal tersebut agar mampu mengurai permasalahan sampah yang ada di Kota Serang. “Secepatnya, karena kita juga sedang mencari cara. tau sendiri dalam waktu 2-3 tahun ke depan TPS Cilowong kalau tidak ada penanganan bisa penuh. Dengan adanya ini, sampah yang ada bisa hilang,” imbuhnya.
Lebih lanjut, terkait lahan yang diminta oleh pihak LEU untuk pengelolaan sampah, Anton merekomendasikan di TPAS Cilowong dan tidak membuka lahan baru lagi. “Sementara tadi lahan dan perizinan. Kalau lahan saya minta ke mereka tidak perlu lahan baru artinya di Cilowong,” pungkasnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…