Pencaker di Kota Serang Membeludak, Tak Sebanding dengan Lowongan Pekerjaan

SERANG,- Pasca kelulusan siswa dari SMA dan SMK, jumlah Pencarian Kerja (Pencaker) di Kota Serang membeludak. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya masyarakat Kota Serang yang hendak membuat kartu kuning di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang.
Kendati demikian, sampai saat ini di Kota Serang, belum ada perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan baik bagi masyarakat yang baru lulus sekolah maupun yang berpengalaman.
Kepala Dinas Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang, Akhmad Banbela mengaku, sampai saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan perusahaan yang hendak membuka lowongan kerja kepada masyarakat.
“Belum ada laporan perusahaan yang membuka lowongan kerja di Kota Serang. Jadi tahun 2021 ini di Kota Serang tidak ada lowongan pekerjaan, baik untuk yang baru lulus atau fresh graduation maupun yang sudah berpengalaman,” katanya saat ditemui di Ruangannya, Kamis (10/6/2021).
Ia menjelasjan, umumnya para pemohon surat AK1 atau Kartu Kuning di kantornya baru akan mencari lapangan pekerjaan dan rata-rata melamar di kawasan industri. “Seperti di Cikande, dan industri lainnya di kawasan Serang Timur. Karena kan di Kota Serang belum ada (lowongan kerja),” ujarnya.
Banbela menjelaskan, tidak adanya lowongan pekerjaan di Kota Serang dikarenakan tidak adanya industri besar yang membutuhkan pekerja yang banyak. “Ritel, kemudian anak perusahaan atau cabang, kemudian perbankan, dan tidak ada perusahaan besar seperti di Kabupaten (Serang), dan Cilegon,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Kerja (Penta) pada Disnakertrans Kota Serang Cucum, Sumiarsih menyebutkan, jumlah Pencaker di Kota Serang mencapai sekitar 4.512 orang. “Terhitung sejak Januari hingga awal Juni 2021, pencaker itu ada sekitar 4.512 untuk di tahun 2021 ini,” tuturnya.
Kebanyakan pencaker, lanjut Cucum, didominasi oleh lulusan sekolah menengah atas (SMA) sederajat hingga mencapai 3.584 orang. “Sedangkan yang lulusan Strata satu atau S1 ada 462 orang, dan lulusan SMP ada sekitar 355 orang,” tandasnya. (Arr)






