amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
TANGSEL – Bakal Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati menyebut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI layaknya Kebun Binatang Ragunan. Itu disampaikan saat Rahayu menjadi pembicara pada salah satu diskusi virtual.
Diskusi virtual bertajuk ‘Kiprah Milenial di Politik Nasional’ yang disiarkan langsung di Instagram Warta Ekonomi, Sabtu (26/9) malam.
Pada diskusi itu, Taufan S Pajakoen yang merupakan Redaktur Bisnis dan Head of Digital Creative Content WartaEkonomi.co.id menanyakan seputar pengalaman pertama Saras terjun ke dunia politik. Taufan lebih dulu menyinggung tentang masih adanya perspektif minor tentang politik.
Mendengar pertanyaan Taufan, Saras langsung meresponsnya dengan pernyataan yang mengarah pada pengungkapan kondisi kerja di DPR RI.
“Jujur, di hari pertama saya menjabat sebagai anggota DPR, setelah dilakukan sumpah jabatan, ada pemilihan pimpinan DPR. Di situ saya baru melihat, saya masuk ke mana ini? Saya kira saya masuk DPR, tapi rupanya saya masuk ragunan,” kata Saras.
Saras mengaku sempat syok melihat situasi di DPR. Menurutnya, di DRP RI, banyak sekali orang-orang yang seharusnya memberikan contoh kepada publik. “Tapi rupanya di tingkat legislasi tertinggi pun masih cukup banyak yang cukup mengecewakan,” ujarnya.
Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu bahkan menyatakan awalnya alergi dengan politik. Namun, Saras akhirnya memilih terjun ke dunia politik. Pada 2013, anak taipan Hashim Djojohadikusumo itu menjadi calon legislatif untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah IV dari Partai Gerindra. (Tiqo)
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…
Kota Bekasi — DPRD Kota Bekasi memastikan akan memperketat pengawasan terhadap kebijakan penyertaan modal pemerintah…