Ribuan Anak di Kota Serang Kerdil, Ini Faktornya

Baby Body and measuring tape: concept of baby growth, height, development
Serang,- Sebanyak 2.800 anak di Kota Serang mengalami kondisi gagal pertumbuhan atau stunting. Kasus stunting meningkat lantaran adanya pandemi Covid-19 sehingga membuat asupan gizi untuk anak-anak berkurang.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Lenny Suryani mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, angka kasus stunting setiap tahunnya terus meningkat.
Pada 2018, kasus stunting 5,4 persen atau sebanyak 2.543 anak, kemudian 2019 naik menjadi 5,8 persen atau sebanyak 2.566. Tahun ini, meningkat kembali menjadi 6,1 persen atau sekitar 2.800 anak. “Kasusnya terus meningkat setiap tahun, itu angka terbaru,” katanya Rabu, (14/10/20).
Lenny menjelaskan, terdapat banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka stunting, salah satunya karena Pandemi Covid-19 yang berpengaruh terharap kurangnya daya jual beli masyarakat. “Pandemi Covid-19 ini sangat berpengaruh, daya jual belinya berkurang, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kurangnya asupan gizi untuk anak,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Lenny, stunting juga dapat disebabkan oleh faktor lainnya, seperti lingkungan yang tidak sehat, saranan air bersih yang tidak memadai, hingga sanitasi lingkungan yang buruk. “Jadi faktornya memang cukup banyak, semuanya sebenarnya harus terpenuhi agar anak dapat tumbuh kembang dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Serang, M. Ikbal menyebut, tingginya angka stunting selaras dengan adanya penambahan jumlah balita, dan aktifnya masyarakat untuk mengukur berat dan tinggi badan di Posyandu ataupun Puskesmas. “Mereka ada pemantauan satu tahun dua kali yaitu Agustus dan Februari. Makanya ini tim pemantau gizi itu adalah kader,” katanya.
Lebih lanjut, Ikbal mengatakan jika pihaknya terus berupaya untuk mencegah stunting di Kota Serang, dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dapat memenuhi gizi sang buah hati. “Kami harapkan juga mereka dapat berkontribusi untuk bagaimana bisa memberikan informasi kepada masayarakat soal penanganan masalah gizi, kemudian memastikan setiap bulan ditimbang berat dan tinggi badan,” pungkasnya.









