amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Kondisi jalam poros yang berada di kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan kota Serang memperihatinkan lantaran tak kunjung di bangun. Kondisi teraebut kemudian di keluhkan oleh Lurah Lialang, Saniman lantaran menyulitkan aktifitas warga dan kerap terendam banjir ketikan hujan turun karena kondisi drainase juga buruk.
Saniman mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat olehnya dari warga, jalan tersebut belum pernah tersentuh pembangunan sejak Kota Serang berdiri 12 tahun yang lalu.
“Memang informasinya jalan ini belum tersentuh pembangunan sejak Kota Serang berdiri,” ujar Saniman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/06/20).
Saniman mengaku bahwa dirinya sudah beberapa kali mengajukan pembangunan jalan ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang. Namun hingga saat ini, baru 300 meter saja yang dibangun.
“Iyah itu saya coba desak ke DPRKP waktu sebelum lebaran, tapi ternyata baru dijatah 300 meter saja. Padahal jalan rusaknya itu sekitar 2 kilometer yang ada di Kelurahan Lialang ini. Itu juga kalau kata warga pengaspalannya asal-asalan, cuma nambal-nambal doang,” jelasnya.
Terkait proposal ke DPUPR, Saniman mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan pada 2019 yang lalu. Namun baru tahun ini mendapatkan jawaban yang menyatakan bahwa tidak ada pembangunan jalan di Kelurahan Lialang pada tahun ini.
“Baru kemarin itu mendapatkan jawaban. Kata orang DPUPR, untuk tahun ini tidak ada pembangunan jalan di Kelurahan Lialang. Katanya mah memang tahun depan. Padahal mah kan sudah lama ini tidak ada pembangunan,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengakui bahwa beberapa lokasi di wilayahnya kerap terjadi banjir. Karena, drainase yang ada tidak dalam kondisi yang baik.
“Itu drainasenya itu memang sudah tidak berfungsi. Jadi sering terjadi banjir. Karena yah itu gak ada drainase, jadi airnya mengalir ke permukaan. Itu juga yang bisa bangun dari pemerintah kota,” jelasnya.
Kendati memiliki dana kelurahan, Saniman mengatakan bahwa dana tersebut tidak bisa digunakan untuk membangun jalanan dan drainase yang menjadi kewenangan kota. Menurutnya, dana itu hanya bisa digunakan untuk membangun di wilayah yang menjadi wewenang kelurahan.
“Misalkan itu untuk membangun jalanan yang ada di gang-gang. Itu kami bisa gunakan dana kelurahan. Itu pun bukan pengaspalan, tapi lebih ke paving block. Tapi kalau jalan yang jadi wewenang kota, tidak boleh menggunakan dana kelurahan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Serang, M. Ridwan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak kunjung mengangkat telepon. Begitu pula dengan pesan singkat yang dikirimkan, tidak mendapat jawaban.
Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Lialang yang mengaku bernama Asep mengatakan, jalan di lingkungannya tersebut memang sudah lama dalam kondisi yang rusak. Menurutnya, hal itu sangat mengganggu aktifitas sehari-harinya.
“Iyah mas memang kondisi jalan seperti ini sangat mengganggu aktifitas. Saya kan bolak-balik lewat jalan rusak ini dalam sehari bisa lebih dari 5 kali menggunakan motor. Selain terganggu, kendaraan kita yah jujur bisa rusak,” ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa jalan tersebut berbahaya ketika sedang turun hujan. Sebab, jalan itu menjadi licin dan berpotensi membuat para pengendara tergelincir ketika melintasi jala itu.
“Jadi kalau hujan memang licin di jalan ini. Belum lagi kalau hujan juga sering terjadi banjir. Soalnya di sepanjang jalan ini saluran drainasenya gak berfungsi, makanya air jadi meluar ke jalanan,” katanya sembari menunjuk jalan dan drainase yang dimaksud. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…