Tak Punya Uang, Pemkot Serang Belum Fungsikan Rusunawa Margaluyu Jadi Tempat Isolasi

SERANG,- Pemerintah Kota Serang sampai saat ini masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Banten terkait rencana penggunaan Rusunawa Margaluyu menjadi tempat untuk perawatan pasien Isolasi Mandiri (Isoman). Hal tersebut lantaran Pemkot Serang tidak memiliki anggaran untuk operasional petugas dan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang akan bertugas disana.
Sekadar diketahui, pada tahun 2020 rusunawa telah direncanakan untuk digunakan menjadi tempat isolasi mandiri. Namun, pada tahun 2021 Rusunawa tak digunakan sebagai tempat isolasi mandiri. Padahal, di dalam rusunawa telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti tempat tidur, kamar mandi dan lainnya.
Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, jika pihaknya pada tahun 2020 telah melakukan pengadaan untuk melengkapi fasilitas di dalam Rusunawa. “Tempat tidur sudah siap, air sudah siap, kamar mandi sudah siap. Jika Pemprov Banten membutuhkan, sarana-sarana lain dari Provinsi,” katanya, Rabu (28/7/2021).
Syafrudin mengklaim, pihaknya saat ini belum membutuhkan rusunawa sebagai tempat perawatan bagi pasien isoman lantaran kasus konfirmasi positif saat ini telah menurun. “Sekarang yang ada di luar, di tenda darurat itu sudah masuk semua, jadi di tenda sudah kosong sekarang. Artinya turun kasus konfirmasi positif saat ini turun,” jelasnya.
Ia mengatakan, pihaknya saat ini tengah fokus untuk menyediakan bantuan bagi pasien posituf yang tengah menjalani isolasi mandiri dan juga masyarakat yang terdampak aturan PPKM Darurat. “Ada nanti bantuan untuk UMKM,” imbuhnya.
Berdasarkan data dari peta sebaran, saat ini Kota Serang telah masuk dalam status zona oranye, sementara daerah lain seperti Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangsel, Cilegon Dan Kabupaten Serang masih zona merah. (Arr)









