amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang terus melakukan upaya untuk mendorong perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pertumbuhan UMKM akan berdampak pada tingkat ekonomi masyarakat.
Beberapa program untuk mendorong perkembangan UMKM sudah dilakukan dari tahun ke tahun. Mulai dari program pelatihan-pelatihan hingga fasilitasi pembiayaan yang bekerjasama dengan lembaga keuangan.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, peningkatan UMKM menjadi indikator kinerja utama instansinya. Dengan naiknya kelas UMKM, dapat mendorong perekonomian masyarakat. “Selain mendorong wirausaha naik kelas, kita juga punya program membentuk wirausaha baru,” katanya.
Setiap tahunnya, pihaknya mencanangkan program pembentukan UMKM baru sebanyak 376. Kemudian, pihaknya juga melakukan pembinaan agar ada usaha mikro yang naik kelas menjadi usaha kecil. “Minimal kita ada 10 usaha mikro yang naik kelas,” ujarnya.
Kemudian, untuk mendorong perekonomian masyarakat, selain pada bidang UMKM pihaknya juga melakukan program-program lainnya melalui bidang koperasi, perdagangan, dan perindustrian.
Di bidang koperasi, pihaknya melakukan upaya untuk meningkatkan sisa hasil usaha (SHU) di koperasi-koperasi. Menurutnya, besaran SHU menjadi salah satu tolak ukur perkembangan koperasi. “SHU itu sisa usaha yang dibagikan ke para anggotanya,” katanya.
Ia mengatakan, para koperasi juga didorong untuk mengembangkan usahanya bukan hanya simpan pinjam saja. Namun, juga menjalankan usaha lainnya seperti sistem waralaba. “Kita juga mendorong sekumpulan UMKM membentuk koperasi, supaya jika ada kebutuhan modal, mereka bisa melakukan peminjaman ke koperasi yang mereka bentuk, jadi perputaran uangnya tidak kemana-mana,” terangnya.
Di bidang perdagangan, Wahid mengaku sudah mulai menerapkan konsep pasar tradisional yang bersih dan nyaman. Terutama, pada pasar-pasar yang baru di bangun oleh Pemkab Serang seperti Pasar Padarincang. Konsep pasar ini juga akan memperhatikan para pedagang kaki lima (PKL) dengan menempatkan mereka secara tertib.
Menurutnya, konsep pasar yang bersih dan nyaman untuk memberikan kenyamanan pada para pengunjung pasar. Jika pasar tradisional ramai pengunjung, pendapatan para pedagang juga akan meningkat. “Jangan sampai pasar tradisional ini kalah dengan pasar modern seperti mall,” katanya.
Kemudian, Wahid juga menyebutkan sudah ada beberapa produk lokal yang sudah go internasional. Seperti gerabah Banten, emping, olahan kerupuk ikan, kerajinan batu fosil, hingga handicraft dari limbah industri. Produk-produk lokal itu sudah ekspore baik secara langsung maupun melalui pihak ketiga.
Dalam memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan mancanegara, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan PT Angkasa Pura. Yakni, dengan menempatkan produk Gerabah Banten asal Bumijaya, Kecamatan Ciruas di terminal Internasional Bandara Soekarno Hatta. “Alhamdulillah kita diberi spash di sana untuk memajang produk kita,” ujarnya.
Di bidang industri, pihaknya juga mencoba mengembangkan pelaku industri kecil untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Salah satunya, dengan memberikan pelatihan kepada para pengrajin Gerabah Banten untuk mengembangkan motif gerabahnya.
Menurut Wahid, industri kecil ini akan menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat. Jika industri kecil ini berkembang, akan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Serang.
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…