Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang Pembinaan Atlet dan Pemuda Terus Dilakukan

SERANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang terus melakukan pembinaan kepada para pemuda dan atlet. Pembinaan dilakukan untuk mengembangkan kemampuan dan bakatnya.
Pada program kepemudaan, Disporapar sudah melakukan pembinaan bagi pemuda yang mengikuti seleksi program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Yakni, program kapal pemuda nusantara (KPN), perekrutan pemuda antar negara (PPAN), hingga jambore pemuda Indonesia (JPI).
Untuk program KPN, Disporapar sudah memfasilitasi program seleksi pemuda dari mulai tingkat kabupaten, tingkat provinsi, hingga tingkat nasional. Program ini, para peserta diikutsertakan pada program kementerian seperti program sosial hingga kebencanaan. “Kita sudah kirim perwakilan Kabupaten Serang untuk mengikuti seleksi,” ujar Kepala Disporapar Kabupaten Serang Hamdani.

Kemudian, hal yang sama juga dilakukan untuk para pemuda yang mengikuti seleksi PPAN. Program ini, merupakan program pertukaran pemuda antar negara. “Seperti yang sudah dilakukan dikirim ke Negara Korea,” ujarnya.
Lalu, pihaknya juga melakukan seleksi untuk para pemuda utnuk mengikuti program JPI. Program ini, merupakan kegiatan di skala nasional untuk memperkenalkan pariwisata dan kebudayaan daerah. “Semuanya bertujuan untuk mengembangkan potensi pemuda dan memperkenalkan potensi daerah,” terangnya.
Program lainnya, Disporapar juga melakukan pembinaan kepada pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka). Pembinaan dilakukan melalui Purna Paskibraka Indonesia (PPI). “Kita yang memfasilitasi pembinaannya,” ujarnya.

Selain itu, Disporapar juga melakukan pembinaan kepada para atlet yang mengikuti pekan olahraga pelajar daerah (Popda) Provinsi Banten. Ada sebanyak 250 atlet dengan 19 cabang olahraga (cabor) yang dilakukan pembinaan.
Ia mengatakan, pembinaan itu untuk persiapan Popda Provinsi Banten yang akan diselenggarakan pada 2021. Awalnya, Popda akan diselenggarakan pada tahun ini, akan tetapi karena pandemi Covid-19, Popda terpaksa harus digeser ke 2021. “Kita terus melakukan pembinaan secara maksimal, supaya para atlet juga dapat tampil maksimal di Popda,” ujarnya. (Adv










