Wakil Bupati Pandeglang Dinilai Memecah Belah Pemuda Lewat Dualisme Karang Taruna

PANDEGLANG – Di tengah dinamika kepemudaan yang sedang terjadi di tubuh Organisasi Karang Taruna Kabupaten Pandeglang, besar harapan agar pemimpin daerah sebagai orang tua dan pengayom masyarakat dapat turun tangan menengahi untuk turut menyelsaikan dinamika yg terjadi.
Ilma Fatwa, Tokoh Pemuda Pandeglang dan mantan Anggota DPRD, Sangat menyayangkan dan mengecam karena yg terjadi malah Wakil Bupati yg seharusnya menjadi penpeneng dan pengayom, ini justru masuk ke wilayah konflik. Bahkan ternyata sekarang menjadi telanjang terlihat bahwa Wakil Bupati lah yg menjadi sumber konflik yang saat ini terjadi ditubuh Karang Taruna Kabupaten Pandeglang.
“Ini sangat bertentangan dengan sikap Bupati Pandeglang yang disampaikan oleh ASDA 2 Kabupaten Pandeglang Hj. Nuriah di media, yang menyampaikan bahwa Pemkab Pandeglang dalam hal ini Ibu Bupati Pandeglang akan berpegang pada regulasi terkait Karang Taruna, dan akan mendukung pihak yang dianggap benar menurut regulasi di Karang Taruna, yaitu Permensos RI Nomor 25 Tahun 2019 sebagaimana telah di ubah dengan Permensos RI nomor 9 tahun 2025,” ungkap Ilma Fatwal.
Ilma menambahkan, mengutip dari apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua Karang Taruna Provinsi Banten, A Dadan Suryana di media yang menyatakan bahwa pelaksanaan Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Pandeglang sudah selesai dan sudah sah secara regulasi yang sudah dilaksanakan pada tanggal 20 September 2025 di Hotel Wira Carita, serta dari pendalaman kami terkait regulasi Karang Taruna,.
“Kami berpandangan bahwa Temu Karya yang dilakukan di Cafe Hamparan 20 Oktober yang menetapkan Iing sebagai ketua dan jojon sebagai sekretaris Karang Taruna Kabupaten Pandeglang, jelas ini adalah suatu kebodohan yang nyata, kenapa, karena jelas jelas Temu Karya di cafe Hamparan itu Ilegal, tetapi sebodoh itu sekelas Wakil Bupati dan Anggota DPRD mau masuk ke arena ilegal bahkan menjadi aktor utama,” ujarnya.
“Maka saya sebagai warga asli pandeglang mengecam pelibatan para camat & birokrat untuk mengintervensi memaksa para ketua karang taruna kecamatan untuk menghadiri temu karya ilegal di cafe hamparan, terlebih itu hari senin dimana pelayanan masyarakat mereka kesampingkan malah turut sibuk mengurusi temu karya Ilegal,” tegasnya.
Sehingga, ia sangat menyangkan kepada Wakil Bupati iing yang menjadi pemecah belah kerukunan khususnya pemuda di Pandeglang. “Ini sangat mencoreng nama baik Bupati Pandeglang yg saat ini sedang berupaya keras menciptakan kerukunan & kekompakan seluruh elemen Masyatakat Kab. Pandeglang dalam mengawal pembangunan Pandeglang dimasa kepemimpinannya,” pungkasnya. (red)







