Workshop Pendidikan Penguatan Literasi: Dorong Pembelajaran Mendalam dan STEM Menuju Indonesia Emas 2045

PANDEGLANG – Dalam rangka meningkatkan kualitas literasi dan penguasaan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), kegiatan Workshop Pendidikan “Penguatan Literasi melalui Pembelajaran Mendalam dan STEM” digelar pada Selasa, 28 Oktober 2025 di Ball Room Hotel Horison Altama Pandeglang.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Adde Rosi Choerunnisa, serta dihadiri tokoh-tokoh penting dunia pendidikan dan pemerintahan, di antaranya Anggota DPRD Pandeglang Miftahul Farid Syukur, Wakil Ketua I Universitas Syech Mansur Hasan Ansori, Prof. Malia Diniah, Ketua Bidang Kemendikdasmen H. Riando, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Didin Fahrudin.
Turut hadir para kepala sekolah tingkat menengah, guru-guru, perwakilan siswa, serta anggota Paskibra.
Dalam sambutannya, Hj. Adde Rosi menyampaikan ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda dan menekankan pentingnya karakter nasionalisme bagi generasi muda.
“Pemuda berkarakter adalah pemuda yang memiliki rasa nasionalisme tinggi. Kita bergerak dalam bidang masing-masing untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga permasalahan utama pendidikan di Indonesia saat ini. Antara lain Sarana dan prasarana pendidikan masih banyak yang mengalami kerusakan.

Kemudian keterjangkauan, masih banyak masyarakat yang belum memperoleh akses pendidikan layak. Lalu kualitas hasil pendidikan, masih banyak siswa yang memiliki kemampuan membaca yang rendah.
Adde Rosi juga mengungkapkan bahwa berdasarkan perbandingan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia masih berada di atas Filipina, namun tertinggal dari Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia.
“Padahal dulu Malaysia mengirim calon pendidiknya untuk belajar di Indonesia. Kini saatnya kita bangkit, memperbaiki kualitas pendidikan dari ruang kelas masing-masing,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa rencana penerapan Wajib Belajar 13 Tahun tengah digodok di DPR, sebagai langkah peningkatan pemerataan pendidikan nasional ke depan.
Ia berharap melalui kegiatan workshop ini, partisipan—khususnya para guru—dapat menerapkan literasi pembelajaran secara maksimal dalam proses belajar mengajar.
“Harapan saya kegiatan ini dapat dimaksimalkan dengan baik. Literasi pendidikan harus ditingkatkan terutama oleh para guru sebagai ujung tombak kemajuan pendidikan,” ujarnya menutup sambutan.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta yang siap mendorong semangat inovasi pembelajaran mendalam dan penguatan literasi di Kabupaten Pandeglang.







