amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Pemerintah Kota Serang mencatat ada sekitar 500 unit rumah yang masuk dalam kategori rumah tidak layak huni (Rutilahu). Jumlah tersebut berkurang sekitar 50 Persen dari data tahun 2020 yang mencapai sekitar 1.000 Rutilahu.
“Sebenarnya di Kota Serang tahun 2020 itu kalau tidak salah masih ada 1.000 lebih (rutilahu). Tapi dari tahun ke tahun sudah ada perubahan,” kata Walikota Serang Syafrudin, Minggu (29/8/2021).
Syafrudin mengatakan, di beberapa kelurahan seperti di Kelurahan Sukawana, Kecamatan Curug, Kota Serang, dia mengklaim sudah tidak ada lagi rumah tidak layak huni. “Tahun kemarin itu (2020) di kelurahan sukawana full, semuanya sudah selesai. Karena pada waktu kampanye saya di sukawana, ada sekitar 30 rumah,” ujarnya.
Syafrudin menyebutkan bila Kecamatan Kasemen merupakan kecamatan yang paling banyak jumlah Rutilahunya. “Iya yang paling banyak itu di Kecamatan Kasemen. Mudah-mudahan yang 1.000 rumah sudah bisa diselesaikan tahun 2023,” ucapnya.
Menurut dia, yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah Kota Serang sekitar 50 persen dari total 1.000 unit rumah tidak layak huni. “Jadi total yang belum itu sekitar 50 persen. Termasuk juga bantuan pusat, karena di Perkim itu ada APBD dan bantuan pusat kalau tidak salah, 150 rumah tahun 2020 itu,” tandasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Serang, Teguh mengatakan, mengenai bantuan rumah tidak layak huni, ada dua kecamatan yang menggunakan dana dari APBN dan dana dari APBD.
“Banyaknya ada di Kecamatan Kasemen. Kondisi rumah tentu nanti akan disurvey oleh kami, dan itu juga kan usulan dari masyarakat, RT/RW, dan kelurahan,” ujar dia.
Di tahun 2022 sendiri, pihaknya mengusulkan sebanyak 50 rumah untuk dilakukan perbaikan, namun disesuaikan dengan anggaran yang ada. “Tentu nanti kami akan informasikan. Kalau dari pusat itu bantuannya sekitar seratusan, targetnya memang 2023 selesai,” katanya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…